New York, Langkatoday.com – Keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 tak hanya menghadirkan trofi kedua bagi La Roja, tetapi juga menciptakan sejarah baru di sepak bola internasional.
Kemenangan 1-0 atas Argentina di partai final membuat Spanyol resmi memecahkan rekor dunia dengan 38 pertandingan beruntun tanpa kekalahan, melampaui catatan Italia.
Pada laga final yang berlangsung di Stadion MetLife, New York, Senin (20/7) dini hari WIB, Spanyol memastikan kemenangan melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak tambahan waktu.
Hasil tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan pasukan Luis de la Fuente menjadi 38 pertandingan di seluruh ajang kompetitif.
Sebelumnya, rekor tersebut dipegang Timnas Italia yang mencatat 37 laga tanpa kekalahan pada periode 2018 hingga 2021 di bawah asuhan Roberto Mancini.

Catatan Spanyol menjadi bukti konsistensi mereka sejak menjuarai Euro 2024 hingga berhasil mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
Di sisi lain, kekalahan Argentina membuat La Albiceleste gagal menyamai sejumlah rekor bersejarah milik Italia.
Seandainya mampu mengalahkan Spanyol, Argentina akan mengoleksi empat gelar Piala Dunia dan menyamai raihan Italia serta Jerman. Namun kekalahan di final membuat Argentina tetap bertahan dengan tiga gelar juara dunia yang diraih pada 1978, 1986, dan 2022.
Brasil masih menjadi negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan koleksi lima gelar, disusul Italia dan Jerman yang sama-sama mengoleksi empat trofi.
Selain itu, Argentina juga gagal menjadi negara ketiga yang mampu mempertahankan gelar juara dunia secara beruntun. Hingga kini, hanya Italia (1934 dan 1938) serta Brasil (1958 dan 1962) yang berhasil mempertahankan gelar Piala Dunia dalam dua edisi berturut-turut.
Keberhasilan Spanyol menaklukkan Argentina sekaligus menegaskan lahirnya generasi emas baru sepak bola Negeri Matador. Setelah menjuarai Euro 2024, La Roja kini sukses menambah koleksi gelar Piala Dunia menjadi dua trofi.
Permainan kolektif, dominasi penguasaan bola, serta pertahanan yang solid menjadi kunci keberhasilan skuad Luis de la Fuente menaklukkan sang juara bertahan.
Kemenangan tersebut tak hanya mengantarkan Spanyol kembali ke puncak dunia, tetapi juga menghapus salah satu rekor paling prestisius yang sebelumnya dipegang Italia selama beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, Italia masih mempertahankan dua catatan bersejarah, yakni koleksi empat gelar Piala Dunia dan status sebagai salah satu dari dua negara yang pernah mempertahankan gelar juara dunia secara beruntun.







