JAKARTA, Langkatoday.com – Perekonomian Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan III 2026. Pertumbuhan ini ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, serta optimalisasi belanja pemerintah di tengah meningkatnya risiko ekonomi global.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, APBN berperan penting menjaga daya beli masyarakat, mendukung aktivitas dunia usaha, dan meredam tekanan eksternal.
Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen sementara konsumsi pemerintah meningkat 8,95 persen. Dari sisi investasi, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,06 persen, didukung penanaman modal asing yang meningkat 27,4 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Industri pengolahan menjadi salah satu motor pertumbuhan dengan kenaikan 5,87 persen. Sektor perdagangan tumbuh 7,14 persen, konstruksi 6,42 persen, serta akomodasi dan makan minum mencapai 11,2 persen.
Secara regional, Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,08 persen. Sementara Sumatera tumbuh 4,95 persen.
Pertumbuhan ekonomi turut diikuti penambahan 1,4 juta lapangan kerja hingga Agustus 2026. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 4,75 persen, lebih rendah dibandingkan 4,85 persen pada Agustus 2025.
Suahasil menegaskan pemerintah akan terus memperkuat koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan untuk menjaga stabilitas serta mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Editor : Fadli

















Komentar