Jakarta, Langkatoday.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah untuk menghindari paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan, seperti lansia, balita, dan ibu hamil.
Budi menyampaikan hal itu di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Kamis (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, masyarakat perlu beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan meminimalkan paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.
“Kalau bisa stay di rumah. Kalau sudah kondisinya seperti itu, kita tahu alamnya sudah seperti ini, kita sebagai manusia harus segera beradaptasi dan usahakan stay di rumah. Jangan keluar kecuali benar-benar perlu,” kata Budi.
Ia menjelaskan, Kementerian Kesehatan berupaya melindungi masyarakat dari dampak kesehatan akibat asap karhutla, meskipun penanganan sumber asap berada di luar kewenangan kementerian tersebut.
“Kita melihat bahwa bencana ini dampaknya cukup besar, terutama untuk kaum rentan. Kita melihatnya terutama orang tua, balita, dan juga ibu hamil,” ujarnya.
Budi menyebut paparan asap dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan, mata, hingga kulit. Karena itu, masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah diminta melakukan perlindungan diri untuk mengurangi paparan.
Ia menyarankan masyarakat menggunakan masker, terutama jenis N95 jika tersedia. Apabila masker tersebut tidak tersedia, masyarakat dapat menggunakan masker lain yang dimiliki.
“Gunakan masker. Kalau ada masker N95, gunakan N95. Kalau tidak ada, gunakan masker yang ada. Tapi selalu gunakan masker kalau terpaksa harus keluar rumah,” imbaunya.
Selain menggunakan masker, masyarakat juga dianjurkan memakai kacamata, baik kacamata biasa maupun kacamata hitam, untuk membantu melindungi mata dari paparan asap.
Menkes berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan membatasi kegiatan di luar ruangan selama kondisi asap masih mengganggu kualitas udara.
Langkah pencegahan tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok yang lebih rentan.
Editor : Fadli













Komentar