Nilai Kabupaten Layak Anak Langkat Turun, Ini Penyebabnya

- Pewarta

Selasa, 22 September 2026 - 17:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Stabat, Langkatoday.com – Pemerintah Kabupaten Langkat masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki data dan dokumen pendukung dalam penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) 2026.

Dari hasil Evaluasi Mandiri KLA, Langkat sebelumnya memperoleh nilai 850,14. Namun setelah dilakukan verifikasi administrasi oleh pemerintah provinsi, nilainya menjadi 531,60.

Artinya, terdapat selisih 318,54 poin karena sejumlah bukti pendukung dinilai belum sesuai sehingga belum dapat diverifikasi.

Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti saat membuka kegiatan Penguatan Data Dukung, Peninjauan Ulang Verifikasi Administrasi (PUVA) KLA serta penyusunan Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS) di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Selasa (22/9).

Apa Artinya bagi Masyarakat?

Secara sederhana, Kabupaten Layak Anak bukan hanya soal mendapatkan penghargaan atau nilai dari pemerintah.

KLA berkaitan dengan sejauh mana pemerintah daerah mampu memenuhi hak anak dan memberikan perlindungan kepada mereka.

Misalnya, akses terhadap pendidikan, kesehatan, perlindungan dari kekerasan, ruang bermain yang aman, hingga pelayanan publik yang memperhatikan kebutuhan anak.

Karena itu, Tiorita menegaskan agar program tersebut tidak berhenti di tingkat pemerintah kabupaten.

“Tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten. Kita harus memastikan program dan layanan benar-benar hadir sampai ke kecamatan, desa dan kelurahan,” ujar Tiorita.

Baca Juga:  Kabar Baik! BAZNAS Langkat Bakal Salurkan Bantuan Usaha untuk Puluhan UMKM

Artinya, masyarakat di berbagai wilayah Langkat diharapkan benar-benar merasakan manfaat program perlindungan dan pemenuhan hak anak, bukan sekadar melihat adanya program di atas kertas.

Kenapa Nilainya Bisa Turun?

Menurut Tiorita, perbedaan nilai tersebut terjadi karena masih terdapat bukti dukung yang belum sesuai sehingga belum dapat diverifikasi.

Pemerintah Kabupaten Langkat kemudian mendapat kesempatan melakukan perbaikan melalui mekanisme Peninjauan Ulang Verifikasi Administrasi (PUVA) yang diberikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Untuk Langkat, penyampaian bukti dukung tambahan dijadwalkan pada 28–30 Oktober 2026.

Tiorita meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) segera memperbaiki dan melengkapi dokumen sesuai bidang masing-masing.

“Seluruh kekurangan harus segera dilengkapi dan dipastikan sesuai dengan ketentuan,” tegasnya.

Bukan Tugas Satu Dinas

Kepala Dinas PPKB dan PPA Langkat, Indri Nugraheni. Foto: Diskominfo Langkat

Kepala Dinas PPKB dan PPA Langkat Indri Nugraheni mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Evaluasi Mandiri KLA 2026.

Menurutnya, perbaikan data diperlukan agar setiap indikator penilaian memiliki bukti dukung yang sesuai dan dapat diverifikasi.

Tiorita menekankan bahwa tanggung jawab mewujudkan Kabupaten Layak Anak bukan hanya berada di Dinas PPKB dan PPA. Seluruh OPD memiliki peran sesuai tugas masing-masing.

Baca Juga:  11 Nama Lolos Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Direksi dan Komisaris BUMD Langkat Setia Negeri

Begitu pula dengan pengarusutamaan gender. Penyusunan GAP dan GBS diarahkan agar kebutuhan perempuan dan laki-laki dapat diperhatikan dalam perencanaan serta penganggaran pembangunan.

Dengan demikian, anggaran dan program pemerintah diharapkan tidak hanya dibuat secara umum, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan kelompok masyarakat yang berbeda.

Targetnya Bukan Sekadar Nilai

Tiorita berharap perbaikan data KLA tidak berhenti pada upaya meningkatkan nilai evaluasi.

Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan program pemerintah benar-benar menghasilkan lingkungan yang aman, nyaman dan inklusif bagi anak serta memberikan perlindungan yang memadai bagi perempuan.

“Dengan kerja sama dan kolaborasi yang kuat, saya yakin pelaksanaan ini dapat memberikan hasil yang maksimal, sehingga Kabupaten Langkat semakin maju dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif dan ramah bagi anak,” pungkasnya.

Dengan batas waktu perbaikan pada akhir Oktober, pekerjaan Pemkab Langkat kini bukan hanya melengkapi dokumen, tetapi juga memastikan data yang disampaikan benar-benar menggambarkan kondisi dan pelayanan yang diterima masyarakat di lapangan.

Editor : Fadli

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua PD Al Washliyah Langkat Apresiasi Kinerja dan Dukung Kepemimpinan Plt Bupati
Tiorita Lantik 42 Pejabat Fungsional, Dorong Birokrasi Langkat Lebih Adaptif
Lebah Begantong, Grup Musik Melayu Asal Medan yang Tampil di Depan Prabowo
Baznas Langkat Salurkan Zakat Rp490 Juta, Tiorita Dorong Bantuan Tepat Sasaran
Tiorita Minta Bank Sumut Perluas Layanan, Soroti ATM hingga KKPD
Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?
Sampah Jadi Duit, Pemkab Langkat Dorong Budidaya Maggot Lewat Program LIGAT
Kronologi Mobil Goyang Digrebek di Kisaran, Diduga Oknum Polisi vs 2 Wanita

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 17:35 WIB

Ketua PD Al Washliyah Langkat Apresiasi Kinerja dan Dukung Kepemimpinan Plt Bupati

Selasa, 22 September 2026 - 17:14 WIB

Nilai Kabupaten Layak Anak Langkat Turun, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 September 2026 - 04:42 WIB

Tiorita Lantik 42 Pejabat Fungsional, Dorong Birokrasi Langkat Lebih Adaptif

Selasa, 22 September 2026 - 04:21 WIB

Lebah Begantong, Grup Musik Melayu Asal Medan yang Tampil di Depan Prabowo

Senin, 21 September 2026 - 21:51 WIB

Tiorita Minta Bank Sumut Perluas Layanan, Soroti ATM hingga KKPD

Terbaru

Berita

Nilai Kabupaten Layak Anak Langkat Turun, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 Sep 2026 - 17:14 WIB