Iklan Bapenda Sumut
iklan bapenda
HUT RI
Regional

PDAM Tirtanadi Buka Dapur Produksi Air Bersih, Jemaah Al Haura Diajak Lihat Langsung Proses Pengolahan

YR Siregar
365
×

PDAM Tirtanadi Buka Dapur Produksi Air Bersih, Jemaah Al Haura Diajak Lihat Langsung Proses Pengolahan

Sebarkan artikel ini

Medan, Langkatoday.com – Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara membuka pintu Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sunggal bagi masyarakat. Kali ini, puluhan anggota Majelis Taklim dan Dzikir (MTZ) Al Haura Sumut diajak melihat secara langsung proses pengolahan air bersih hingga didistribusikan ke rumah pelanggan, Rabu (22/7).

Kunjungan edukatif tersebut berlangsung di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sunggal, Jalan Sunggal, Kota Medan, dan disambut Kepala Sekretaris Perusahaan (Sekper) Perumda Tirtanadi, Nurlin, bersama jajaran manajemen IPA Sunggal.

Dalam kesempatan itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pengolahan air baku dari sungai hingga layak digunakan masyarakat. Mereka juga diberi pemahaman mengenai penyebab gangguan pelayanan seperti air keruh, debit kecil, hingga distribusi air yang sempat terhenti pada kondisi tertentu.

Menurut Nurlin, IPA Sunggal merupakan salah satu instalasi strategis milik Perumda Tirtanadi yang terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

“Melalui kunjungan ini kami ingin masyarakat mengetahui bagaimana proses air diproduksi hingga sampai ke rumah pelanggan, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pengolahannya,” ujarnya.

Nurlin menjelaskan, proses pengolahan air dilakukan melalui beberapa tahapan penting. Tahap pertama adalah koagulasi dan flokulasi, yakni penambahan bahan kimia seperti Polyaluminium Chloride (PAC) untuk menggumpalkan partikel kotoran yang terkandung di dalam air sungai.

Setelah itu, air memasuki proses sedimentasi menggunakan sistem clarifier dan lamella agar partikel yang telah menggumpal dapat mengendap dengan lebih cepat dan efisien.

Tahapan berikutnya adalah filtrasi atau penyaringan menggunakan media seperti pasir, koral, batu zeolit, dan karbon aktif untuk menghilangkan sisa kotoran, logam, maupun bakteri yang masih terbawa dalam air.

Tahap terakhir adalah disinfeksi, yakni pemberian klorin sesuai standar yang ditetapkan pemerintah guna membunuh bakteri patogen sebelum air didistribusikan kepada pelanggan.

Selain mendapatkan materi, peserta juga diajak melihat langsung seluruh rangkaian proses pengolahan air di lapangan.

Nurlin berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus menjadi sarana menyampaikan informasi mengenai pelayanan Perumda Tirtanadi.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelayanan masih terdapat kekurangan, baik terkait kualitas air maupun gangguan distribusi. Harapannya, informasi yang diperoleh hari ini dapat diteruskan kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua MTZ Al Haura Sumut, Ernawati Sitepu, didampingi Sekretaris Yulinda Rahimah, mengapresiasi kesempatan yang diberikan Perumda Tirtanadi.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjawab rasa penasaran masyarakat mengenai proses produksi air bersih dan berbagai penyebab gangguan distribusi yang selama ini kerap menjadi pertanyaan pelanggan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perumda Tirtanadi yang telah menerima kunjungan kami. Sekarang kami lebih memahami bagaimana air diproses hingga sampai ke rumah pelanggan serta mengetahui penyebab air keruh maupun gangguan distribusi. Mudah-mudahan silaturahmi seperti ini terus terjalin,” ujar Ernawati.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, Perumda Tirtanadi berharap masyarakat semakin memahami proses produksi air bersih sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik antara perusahaan dan pelanggan.