Stabat, Langkatoday.com – Keluhan terhadap pelayanan Kafe Gemerciq di Stabat, Kabupaten Langkat, mencuat setelah sejumlah pengunjung mengaku mengalami keterlambatan penyajian makanan pada Sabtu (25/4) malam.
Insiden ini bukan sekadar soal makanan yang terlambat, tetapi juga mencerminkan lemahnya penghargaan terhadap waktu pelanggan.
Salah satu pengunjung, Ibu Sri, menuturkan dirinya bersama keluarga singgah untuk makan malam di tengah suasana malam akhir pekan. Namun, harapan untuk menikmati santap malam berubah menjadi pengalaman yang menguras kesabaran.
Lebih dari satu jam berlalu, hidangan utama yang dipesan tak kunjung datang. Meja mereka hanya terisi kentang goreng dan air mineral, sementara rasa lapar semakin tak tertahankan.
“Sudah lebih dari satu jam kami menunggu, tapi makanan utama belum juga datang. Padahal kami datang untuk makan malam, bukan sekadar camilan,” ungkap Ibu Sri.
Ironisnya, menurut Ibu Sri, sejumlah pengunjung yang datang setelahnya justru lebih dulu menerima pesanan. Ketika dikonfirmasi kepada pelayan, ia mengaku mendapat jawaban bahwa pesanannya belum dikerjakan oleh dapur.
Merasa tidak mendapat kepastian, Ibu Sri akhirnya memutuskan untuk membatalkan pesanannya. Ia juga menyoroti minimnya etika pelayanan, lantaran tidak ada permintaan maaf dari pihak kafe.
“Yang lebih disayangkan, tidak ada satu pun permintaan maaf dari pelayan maupun pihak manajemen. Bahkan ada yang diduga pemilik berada di dapur, tapi terlihat tidak merespons situasi ini,” tambahnya.
Keluhan serupa datang dari seorang pengunjung lain yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku mengalami kejadian yang hampir sama dan merasa geram karena harus menunggu lama tanpa kejelasan.
“Kami juga menunggu lama sekali, anak-anak sudah lapar. Tapi tidak ada penjelasan yang jelas dari pihak kafe. Ini bukan hanya soal lama, tapi bagaimana mereka memperlakukan pelanggan,” ujarnya.
Dalam dunia usaha, terutama sektor kuliner, waktu bukan sekadar hitungan menit, ia adalah bagian dari pelayanan itu sendiri. Setiap menit yang terbuang tanpa kepastian adalah bentuk pengabaian terhadap kepercayaan pelanggan.
Ketika pengunjung datang membawa harapan, namun justru disambut dengan ketidakjelasan dan sikap acuh, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kepuasan, tetapi juga kredibilitas usaha.
Keterlambatan mungkin masih dapat dimaklumi dalam kondisi tertentu. Namun, tanpa komunikasi yang transparan dan tanpa itikad baik untuk meminta maaf, situasi tersebut berubah menjadi cerminan lemahnya manajemen pelayanan. Sikap diam di tengah keluhan pelanggan justru mempertegas kesan abai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kafe Gemerciq terkait keluhan tersebut.
Publik berharap adanya evaluasi menyeluruh, karena dalam bisnis jasa, menghargai waktu pelanggan bukanlah pilihan, melainkan kewajiban.

.png)
