Dugaan Rangkap Jabatan Perangkat Desa Pantai Gemi Stabat Langkat, Ariswan Minta Kementerian Bertindak

- Pewarta

Minggu, 26 April 2026 - 10:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Stabat, Langkatoday.com – Gelombang desakan terhadap penanganan dugaan rangkap jabatan oknum kepala dusun di Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, terus menguat.

Perhatian publik semakin tertuju pada sikap pemerintah daerah yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret, meski isu tersebut telah bergulir dalam waktu yang cukup lama.

Koordinator Presidium Rakyat Membangun Peradaban (PERMADA), Ariswan, Saat diwawancarai Redaksi di salah satu kafe di kawasan Jalan STM Ujung, Kota Medan, Ahad (26/4), menyampaikan kritik tajam terhadap pemerintah desa dan pemerintah daerah, khususnya Inspektorat Kabupaten Langkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Presidium Rakyat Membangun Peradaban (PERMADA), Ariswan

Ia menilai adanya kesan pembiaran yang berlarut-larut terhadap dugaan pelanggaran tersebut dapat berdampak serius terhadap kepercayaan masyarakat. Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan tegas, maka akan menjadi preseden buruk dalam tata kelola pemerintahan, khususnya di tingkat desa.

Ariswan menegaskan bahwa secara normatif, aturan terkait larangan rangkap jabatan bagi perangkat desa telah diatur secara jelas dalam peraturan perundang-undangan. Ia merujuk pada Pasal 51 huruf b Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang secara tegas melarang perangkat desa merangkap jabatan sebagai pegawai negeri sipil maupun jabatan lain yang dapat mengganggu tugas pokok dan fungsi.

Baca Juga:  Pemkab Langkat Akhirnya Buka Suara Soal Kasasi PPPK Langkat yang Ditolak MA

Selain itu, ia juga menyoroti Pasal 52 Undang-Undang yang sama, yang mengatur sanksi administratif terhadap perangkat desa yang melanggar ketentuan, mulai dari teguran hingga pemberhentian. Menurutnya, ketentuan tersebut tidak boleh hanya menjadi norma di atas kertas, tetapi harus ditegakkan secara konsisten.

Lebih lanjut, Ariswan mengingatkan bahwa dalam Pasal 64 Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 ditegaskan bahwa perangkat desa dilarang meninggalkan tugas selama jam kerja dan wajib memberikan pelayanan kepada masyarakat secara penuh waktu.

Dengan demikian, dugaan rangkap jabatan bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga menyangkut kualitas pelayanan publik.

Ia juga menyinggung kewenangan Inspektorat sebagai aparat pengawas internal pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017.

Dalam pandangannya, Inspektorat seharusnya segera melakukan audit investigatif untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran.

Tidak hanya berhenti pada tingkat daerah, Ariswan juga mendesak pemerintah pusat untuk turut memberikan perhatian serius. Ia meminta Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, serta Kementerian Keuangan untuk mengambil langkah supervisi terhadap dugaan kasus tersebut.

Baca Juga:  Usai Curi Mobil, Bule Ecek-ecek Ini Ajak 2 Kawannya Nginap Gratis

Menurutnya, keterlibatan pemerintah pusat penting untuk memastikan bahwa tata kelola pemerintahan desa berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan tidak menyimpang dari regulasi yang telah ditetapkan.

Ariswan menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa masyarakat saat ini tidak hanya menuntut kejelasan, tetapi juga tindakan nyata.

Ia menilai bahwa penegakan aturan secara tegas akan menjadi tolak ukur keseriusan pemerintah dalam menjaga integritas aparatur dan melindungi kepentingan publik.

Sementara itu, hingga berita lanjutan ini diturunkan, belum terlihat adanya langkah resmi berupa pemeriksaan terbuka atau pernyataan publik dari pihak Inspektorat Kabupaten Langkat maupun pemerintah desa setempat.

Kondisi ini semakin memperkuat dorongan masyarakat agar penanganan kasus tidak berlarut dan segera diselesaikan secara transparan.

Perkembangan kasus ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian luas, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional, mengingat isu integritas aparatur desa merupakan bagian penting dalam upaya membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkeadilan.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
Ada Apa dengan Polres Langkat? Sudah Jadi Tersangka Sejak Mei, Kasus KDRT Masih Berkutat di P-19
KPK Kejar Jejak Proyek Ondim, 16 Pihak Swasta Dipanggil Bersamaan
Eks HGU Jadi Persoalan Rumit, BPN Sumut Libatkan Guru Besar USU Cari Jalan Keluar
Hari Ini KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid
Nama Eks Kadis PUTR Langkat Muncul Lagi, KPK Periksa Khairul Azmi dalam Kasus Ondim
Bebas Bersyarat Indra Kenz Dicabut, Remisi dan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Jadi Sorotan

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10 WIB

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:04 WIB

KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Ada Apa dengan Polres Langkat? Sudah Jadi Tersangka Sejak Mei, Kasus KDRT Masih Berkutat di P-19

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:01 WIB

KPK Kejar Jejak Proyek Ondim, 16 Pihak Swasta Dipanggil Bersamaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Eks HGU Jadi Persoalan Rumit, BPN Sumut Libatkan Guru Besar USU Cari Jalan Keluar

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB