Ibu dan Balita Korban Banjir di Besitang Mendapat Edukasi Gizi

- Pewarta

Sabtu, 25 April 2026 - 10:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Besitang, Langkatoday.com – Sebanyak lebih dari 100 ibu dan balita menghadiri kegiatan edukasi gizi dan pemberian makanan bergizi yang dilaksanakan di SMP Muhammadyah, Besitang pada Jum’at (24/4).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya asupan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak, khususnya dalam situasi pascabencana.

Disamping memberikan edukasi tentang makanan bergizi untuk ibu-ibu, dilakukan juga aktivitas trauma healing untuk anak-anak. Sementara edukasi gizi untuk anak-anak dilakukan dengan cara minum susu bersama yang dilanjutkan dengan dongeng dan mewarnai komik edukasi gizi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua PDA Kabupaten Langkat dr. Yulia Afrina Nasution mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi anak-anak kenapa pentingnya kita mengonsumsi makanan bergizi.

Baca Juga:  YAICI dan Aisyiyah Gelar Edukasi Gizi dan Trauma Healing Pascabencana di Langkat

“Tidak hanya orang tua, tapi anak-anak sendiri perlu paham kenapa kita perlu minum susu, tapi susu yang memang ditujukan untuk pertumbuhan anak, susu yang mengandung protein hewani dan zat gizi essential yang sangat bagus untuk pertumbuhan,” ujar Yulia.

Lebih lanjut, Yulia yang juga dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIK UMSU) ini menjelaskan kenapa kebiasaan salah konsumsi susu oleh anak-anak seperti kental manis dan susu berperisa lainnya perlu diberantas.

Baca Juga:  Judi Online Bisa Picu Depresi, Menkes Imbau Segera Cari Pertolongan Kesehatan saat Kecanduan Judol

“Standar konsumsi gula harian anak adalah 24 gram per hari. Bisanya sudah cukup dari makanan sehari-hari seperti nasi. Jika kebiasaan konsumsi gula tinggi ini kita tidak awasi tentu berpengaruh terhadap kesehatan mereka kelak diusia dewasa,” ucap Yulia.

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-2971-1998, kandungan gula dalam kental manis mencapai sekitar 40–50 persen dari total komposisinya, sementara kandungan protein hanya berkisar 7–10 persen. Oleh karena itu, konsumsi kental manis berlebih berisiko memicu masalah kesehatan di kemudian hari.

“Lihat sekarang banyak anak yang alami gagal ginjal akibat konsumsi gula berlebih,” ungkap Yulia.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dokter Muda Ini Sentil Plt Bupati Langkat Soal Jalan Rusak dan ISPA
Kualitas Udara Stabat Masuk Kategori Tidak Sehat, AQI Tembus 108
Riset: Pria Dianjurkan Rutin Bertemu Teman untuk Menjaga Kesehatan
Kebanyakan Nonton Short Video Bisa Ubah Aktivitas Otak? Ini Temuan Peneliti
Sambut HUT ke-81 RI, PT Socfindo Gelar Donor Darah, 80 Peserta Berpartisipasi
MBG Dapur Kodim Disorot, 265 Pelajar di Karo Diduga Keracunan
Tiorita Ajak ASN Langkat Rutin Donor Darah: Sehat untuk Diri, Bermanfaat bagi Sesama
Menkes: Jika MBG Berhasil, Banyak Masalah Kesehatan Bisa Diselesaikan

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 03:56 WIB

Dokter Muda Ini Sentil Plt Bupati Langkat Soal Jalan Rusak dan ISPA

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Kualitas Udara Stabat Masuk Kategori Tidak Sehat, AQI Tembus 108

Jumat, 25 September 2026 - 08:58 WIB

Riset: Pria Dianjurkan Rutin Bertemu Teman untuk Menjaga Kesehatan

Jumat, 11 September 2026 - 16:27 WIB

Kebanyakan Nonton Short Video Bisa Ubah Aktivitas Otak? Ini Temuan Peneliti

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, PT Socfindo Gelar Donor Darah, 80 Peserta Berpartisipasi

Terbaru