4 Tahun Langkatoday
Kesehatan

Ibu dan Balita Korban Banjir di Besitang Mendapat Edukasi Gizi

Tim Langkatoday
139
×

Ibu dan Balita Korban Banjir di Besitang Mendapat Edukasi Gizi

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Besitang, Langkatoday.com – Sebanyak lebih dari 100 ibu dan balita menghadiri kegiatan edukasi gizi dan pemberian makanan bergizi yang dilaksanakan di SMP Muhammadyah, Besitang pada Jum’at (24/4).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya asupan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak, khususnya dalam situasi pascabencana.

Disamping memberikan edukasi tentang makanan bergizi untuk ibu-ibu, dilakukan juga aktivitas trauma healing untuk anak-anak. Sementara edukasi gizi untuk anak-anak dilakukan dengan cara minum susu bersama yang dilanjutkan dengan dongeng dan mewarnai komik edukasi gizi.

Ketua PDA Kabupaten Langkat dr. Yulia Afrina Nasution mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi anak-anak kenapa pentingnya kita mengonsumsi makanan bergizi.

“Tidak hanya orang tua, tapi anak-anak sendiri perlu paham kenapa kita perlu minum susu, tapi susu yang memang ditujukan untuk pertumbuhan anak, susu yang mengandung protein hewani dan zat gizi essential yang sangat bagus untuk pertumbuhan,” ujar Yulia.

Lebih lanjut, Yulia yang juga dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIK UMSU) ini menjelaskan kenapa kebiasaan salah konsumsi susu oleh anak-anak seperti kental manis dan susu berperisa lainnya perlu diberantas.

“Standar konsumsi gula harian anak adalah 24 gram per hari. Bisanya sudah cukup dari makanan sehari-hari seperti nasi. Jika kebiasaan konsumsi gula tinggi ini kita tidak awasi tentu berpengaruh terhadap kesehatan mereka kelak diusia dewasa,” ucap Yulia.

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-2971-1998, kandungan gula dalam kental manis mencapai sekitar 40–50 persen dari total komposisinya, sementara kandungan protein hanya berkisar 7–10 persen. Oleh karena itu, konsumsi kental manis berlebih berisiko memicu masalah kesehatan di kemudian hari.

“Lihat sekarang banyak anak yang alami gagal ginjal akibat konsumsi gula berlebih,” ungkap Yulia.