DomaiNesia
Berita

Parit Komplek Pemda Stabat Diduga Tercemar Limbah MBG, Air Berminyak dan Bau Menyengat Bikin Warga Resah

Tim Langkatoday
2197
×

Parit Komplek Pemda Stabat Diduga Tercemar Limbah MBG, Air Berminyak dan Bau Menyengat Bikin Warga Resah

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Stabat, Langkatoday.com – Dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Kwala Bingai Stabat 1, Kabupaten Langkat, menuai keluhan warga.

Berdasarkan video yang diterima awak media, kondisi parit di kawasan Parit I, Komplek Pemda Stabat tampak memprihatinkan. Air terlihat keruh keabu-abuan dengan lapisan menyerupai minyak di permukaan. Selain itu, terdapat endapan yang diduga berasal dari limbah dapur seperti lemak dan sisa sabun.

Aliran air di parit tersebut juga terlihat tidak normal dan cenderung menggenang. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya pembuangan limbah domestik yang tidak dikelola dengan baik.

Warga setempat mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak dapur MBG, namun hingga kini belum ada perubahan signifikan. Bau menyengat dari parit disebut semakin mengganggu, bahkan dikhawatirkan dapat menjadi sumber penyakit.

Salah satu warga juga mengeluhkan halaman rumahnya menjadi kotor setelah diduga pekerja mengorek parit dan membuang limbah ke area depan rumahnya. Protes telah disampaikan langsung kepada pihak pengelola, namun disebut belum membuahkan hasil maksimal.

Menariknya, di kawasan yang sama terdapat dua dapur SPPG lain yang juga beroperasi, namun tidak menimbulkan dampak pencemaran serupa. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait standar pengelolaan limbah di masing-masing dapur.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Kwala Bingai Stabat, Fitra Matori, menyatakan pihaknya akan segera melakukan perbaikan.

“Segera kita perbaiki dan kita tindak lanjuti pak,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Kamis (15/4).

Warga berharap komitmen tersebut benar-benar direalisasikan dalam waktu dekat, mengingat kondisi parit yang sebelumnya bersih kini telah tercemar dan tidak lagi mendukung ekosistem seperti ikan yang dulu sempat hidup di dalamnya.

Masyarakat juga meminta adanya perhatian dari instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk melakukan pengecekan dan memastikan pengelolaan limbah dilakukan sesuai standar agar tidak merugikan lingkungan dan kesehatan warga.

 

View this post on Instagram