NasionalPolitik

Prabowo Jawab Kritik Sering ke Luar Negeri: Jokowi Jarang Keluar Negeri Disalahkan, Saya Juga Disalahkan

Tim Langkatoday
365
×

Prabowo Jawab Kritik Sering ke Luar Negeri: Jokowi Jarang Keluar Negeri Disalahkan, Saya Juga Disalahkan

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Lampung, Langkatoday.com – Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik yang belakangan muncul terkait intensitas kunjungan kerjanya ke luar negeri sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu (11/6).

Menurut Prabowo, kritik merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari posisi seorang pemimpin. Ia menilai, apa pun kebijakan yang diambil presiden akan selalu menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.

Prabowo bahkan membandingkan kritik yang diterimanya dengan pengalaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Menurutnya, ketika Jokowi lebih banyak berada di dalam negeri dan turun langsung menyapa masyarakat, tetap ada pihak yang memberikan kritik.

“Jadi ada presiden seperti Pak Jokowi yang jarang ke luar negeri, turun menyapa rakyat, disalahkan. Saya yang sekarang sering ke luar negeri juga disalahkan,” ujar Prabowo disambut tepuk tangan peserta Munas.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan pesan kepada para pengusaha muda agar memiliki mental tangguh dan tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan.

Ia menekankan bahwa Indonesia membutuhkan generasi pengusaha yang berani mengambil risiko, mampu bangkit dari kegagalan, dan terus berjuang untuk mencapai keberhasilan.

“Bangsa ini membutuhkan pengusaha yang militan, cerdas, dan tidak kenal menyerah. Jatuh bangkit lagi, jatuh bangkit lagi,” katanya.

Selain itu, Prabowo mengingatkan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah dinamika politik dan sosial yang berkembang. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berusaha memecah belah masyarakat.

“Kalau ada yang menghasut dan memecah belah, yakinlah dia bekerja untuk kepentingan lain, bukan untuk kepentingan Indonesia,” tegasnya.

Menanggapi berbagai kritik yang diarahkan kepada pemerintah, Prabowo meminta masyarakat untuk tetap fokus pada tujuan besar pembangunan bangsa. Ia mengutip peribahasa yang menurutnya mencerminkan sikap konsisten dalam menjalankan amanah.

“Ingat ajaran guru-guru kita, anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu,” ujarnya.

Prabowo menegaskan pemerintah akan terus bekerja selama berada pada jalur yang benar demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan kuat.

Di akhir pidatonya, Prabowo menyampaikan komitmen pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Ia mengaku telah menanamkan semangat pengorbanan untuk Indonesia sejak masa mudanya.

“Saya ingin mati di atas jalan yang benar. Saya ingin mati di atas jalan Merah Putih. Saya ingin mati membela rakyat saya,” tutup Prabowo.