Pendaftaran Capres Rusia Ditutup, Ini Kandidat Lain selain Vladimir Putin

LANGKATODAY.COM – Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia (CEC) resmi menutup pendaftaran calon presiden (capres) Rusia untuk pemilu pada Maret 2024.

Kantor berita pemerintah TASS pada Ahad, 11 Januari 2024, mewartakan ada empat total kandidat yang akan maju di pemilu Rusia, yaitu Presiden Rusia Vladimir Putin yang sekarang masih menjabat, dan tiga politikus lain yang semuanya mendukung invasi Rusia ke Ukraina.

Tiga politikus lawan Putin di pemilu presiden Maret 2024 adalah Vladislav Davankov wakil ketua Duma Rusia dan anggota kaukus Rakyat Baru; Leonid Slutsky pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDPR) ultra-nasionalis yang setia pada Kremlin; dan capres dari Partai Komunis (KPRF) Nikolai Kharitonov.

Periode pendaftaran kandidat dari partai berlangsung antara 8 Desember 2023 sampai 1 Januari 2024, sedangkan tenggat untuk kandidat independen berakhir pada 27 Desember.

Ketua CEC Ella Pamfilova mengatakan pada 28 Desember 2023, terdapat total 33 orang yang maju sebagai bakal calon presiden. Dari jumlah tersebut, hanya 15 orang yang menyerahkan berkas yang dibutuhkan untuk teregistrasi menjadi kandidat. Saat tenggat menyerahkan dokumen jatuh pada 1 Januari, tersisa 11 kandidat yang terdiri dari tiga kandidat independen dan delapan dari partai.

Slutsky dan Davankov menjadi kandidat terdaftar pertama pada 9 Januari 2024, dan Kharitonov menyusul di hari yang sama. Ketiganya merupakan anggota partai-partai yang diwakili di majelis rendah parlemen Rusia. Oleh karena itu, tidak perlu mengumpulkan tanda tangan untuk mendaftar calon presiden.

Untuk mendaftar calon presiden di Rusia, kandidat independen harus mengumpulkan 300 ribu tanda tangan, sementara kandidat dari partai di luar parlemen harus memperoleh 100 ribu tanda tangan.

Putin, 71 tahun, memilih untuk maju sebagai kandidat independen alih-alih sebagai kandidat yang diusung partai berkuasa Rusia Bersatu.

Presiden yang sudah menjadi pemimpin Rusia sejak 2000 itu diperkirakan bakal memenangkan pemilu bulan depan. Tim kampanye Putin sudah menyerahkan 315 ribu tanda tangan ke CEC.

Sebelum tenggat pengumpulan tanda tangan jatuh pada 31 Januari 2024, ada tiga kandidat mundur dari persaingan pemilu presiden Rusia.

Pada 8 Februari, CEC menolak mendaftarkan dua orang kandidat, salah satunya Boris Nadezhdin dari partai Civic Initiative.

Nadezhdin, yang mengkritik perang Ukraina sebagai “kesalahan fatal”, ditolak pencalonannya karena CEC menemukan ketidakberesan dalam 105 ribu tanda tangan yang ia serahkan.

CEC mengatakan ada persentase tinggi tanda tangan tidak sah yang diserahkan untuk mendukung Nadezhdin dan Sergey Malinkovich dari partai Komunis Rusia. Persentase tersebut berada di atas ambang yang diizinkan sebesar 5 persen, yaitu 14,9 persen untuk Malinkovich dan 15,2 persen untuk Nadezhdin.

Nadezhdin mengatakan pada Kamis, 7 Februari 2024, dia akan melawan keputusan CEC di Mahkamah Agung Rusia. Selain mereka, ada dua orang kandidat independen ditolak pencalonannya karena gagal mengumpulkan jumlah tanda tangan yang diminta.

Profil tiga kandidat yang melawan Putin

Vladislav Davankov, 39 tahun, menjadi calon presiden pertama dari partai Rakyat Baru. Ia menjadi kader partai sejak 2020 dan saat ini menjabat sebagai wakil ketua Duma Negara (majelis rendah parlemen Rusia) dan wakil ketua pertama fraksi Partai Baru. Dia ikut pemilihan wali kota Moskow pada 2023 dan menempati posisi keempat, mengumpulkan 5,34 persen suara.

Sedangkan Leonid Slutsky telah memimpin partai LDPR sejak Mei 2022. Slutsky, 56 tahun, merupakan ketua komite urusan internasional Duma Negara dan menjadi calon presiden ketiga dalam sejarah partainya.

Nikolai Kharitonov juga berkiprah di majelis rendah parlemen Rusia, dengan pengalaman menjadi anggota di kedelapan pertemuan Duma Negara Rusia. Bagi Kharitonov, 75 tahun, pemilu presiden 2024 menandai pencalonannya yang kedua kali. Pada 20 tahun silam, dia menempati posisi kedua dalam pemilu presiden Rusia, dengan raihan 13,69 persen suara.

Putin, selaku presiden petahana Rusia, akan menjalani pilpres kelimanya setelah tahun 2000, 2004, 2012 dan 2018. Dia memperoleh suara terbanyak pada 2018, dengan total 76,69 persen suara. (rel/tempo)

Kontributor Langkatoday.com

Bacaan Lainnya: