4 Tahun Langkatoday
EKBISNasional

Video Truk KDMP Ambil Stok dari Gudang Indomaret Viral, Warganet: Bedanya di Mana?

Tim Langkatoday
565
×

Video Truk KDMP Ambil Stok dari Gudang Indomaret Viral, Warganet: Bedanya di Mana?

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Jakarta, Langkatoday.com – Sebuah video yang memperlihatkan truk bertuliskan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mengambil barang dari gudang distribusi Indomaret viral di media sosial dan memicu perdebatan publik.

Dalam video yang beredar, Senin (18/5), terlihat truk KDMP berada di area gudang logistik Indomaret diduga untuk mengambil stok barang menjelang peresmian toko koperasi desa tersebut.

 

View this post on Instagram

 

Video itu langsung ramai dibahas warganet. Banyak yang mempertanyakan konsep Koperasi Desa Merah Putih yang sebelumnya digadang-gadang sebagai penggerak ekonomi rakyat dan penguat UMKM desa.

Sebagian netizen menilai kemunculan truk KDMP di gudang ritel modern memunculkan pertanyaan baru soal arah distribusi dan sistem bisnis koperasi tersebut.

“Kalau stok barangnya tetap ambil dari ritel besar, lalu bedanya dengan minimarket biasa di mana?” tulis salah satu akun media sosial.

Komentar serupa juga ramai bermunculan. Ada yang menilai langkah tersebut justru berpotensi membuat koperasi desa bergantung pada rantai distribusi perusahaan besar, bukan membangun kemandirian ekonomi lokal seperti yang selama ini digaungkan.

Meski demikian, ada pula warganet yang menilai kerja sama distribusi dengan jaringan ritel modern merupakan hal wajar dalam tahap awal operasional koperasi, terutama untuk memastikan ketersediaan barang kebutuhan masyarakat.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait video viral tersebut, termasuk apakah pengambilan barang dilakukan sebagai bagian kerja sama distribusi permanen atau hanya untuk memenuhi kebutuhan stok awal menjelang peresmian KDMP.

Sebelumnya, program Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu program yang didorong pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa, memperluas akses distribusi barang, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sistem koperasi modern berbasis desa.

Namun viralnya video tersebut kini memunculkan diskusi baru di tengah masyarakat terkait sejauh mana koperasi desa benar-benar mampu berdiri mandiri tanpa bergantung pada jaringan ritel besar.