Medan, Langkatoday.com – Dewan Peduli Negeri memberikan klarifikasi terkait kericuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa di depan Kantor BRI Cabang Iskandar Muda, Jumat (8/5).
Massa aksi menilai insiden tersebut dipicu oleh dugaan tindakan represif petugas keamanan terhadap demonstran.
Koordinator aksi Dewan Peduli Negeri, Reza Nasution, mengatakan sejak awal pihaknya menggelar aksi secara damai untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.
Namun situasi di lapangan disebut mulai memanas setelah terjadi dorong-dorongan antara massa dan petugas keamanan.
“Kami sangat menyayangkan terjadinya kericuhan di depan BRI Iskandar Muda. Kami datang untuk menyampaikan aspirasi, bukan mencari keributan. Namun diduga ada tindakan berlebihan dari oknum keamanan terhadap peserta aksi,” ujar Reza Nasution kepada wartawan.
Ia menyebut terdapat peserta aksi perempuan yang diduga mendapat perlakuan kasar saat pengamanan berlangsung. Bahkan, menurutnya, salah seorang demonstran perempuan sempat pingsan di tengah kericuhan.
“Ada dugaan pemukulan menggunakan tongkat terhadap peserta aksi perempuan. Kami menilai tindakan seperti ini tidak seharusnya terjadi dalam pengamanan aksi unjuk rasa,” katanya.
Reza menegaskan pihaknya tidak memiliki niat untuk memancing bentrokan ataupun mengganggu ketertiban umum. Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan pendekatan persuasif dalam menghadapi aksi penyampaian pendapat di muka umum.
Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi pihak keamanan internal maupun instansi terkait agar penanganan aksi demonstrasi tetap berjalan humanis dan sesuai prosedur.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Penyampaian aspirasi adalah hak masyarakat yang dilindungi undang-undang,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak BRI Cabang Iskandar Muda terkait insiden tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan.

.png)