Aksi Demo Berlanjut, Para Korban Banjir Tuntut Bantuan: Bupati Langkat Akui Masalah Data Penerima

- Pewarta

Selasa, 21 April 2026 - 17:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Stabat, Langkatoday.com – Aksi unjuk rasa korban banjir di Kabupaten Langkat terus berlanjut. Setelah sebelumnya terjadi di sejumlah kecamatan, kini ribuan warga dari wilayah Tanjungpura dan sekitarnya kembali turun ke jalan menuntut keadilan bantuan.

Massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Korban Banjir melakukan long march dari Alun-alun Tengku Amir Hamzah menuju Kantor Bupati Langkat. Mereka membawa spanduk berisi tuntutan agar bantuan dari pemerintah pusat segera disalurkan secara merata.

Dalam aksinya, warga menyuarakan keluhan bahwa masih banyak korban banjir di Langkat yang belum menerima bantuan, meskipun bencana telah berlalu beberapa waktu lalu.

Aksi tersebut mendapat pengawalan dari Polres Langkat dan Satpol PP untuk menjaga keamanan. Massa berasal dari sejumlah kecamatan di Langkat Hilir dan Teluk Aru, seperti Tanjungpura, Hinai, Gebang, Babalan, dan Sei Lepan.

 

View this post on Instagram

 

Sebanyak 15 perwakilan massa kemudian diterima untuk berdialog langsung dengan Bupati Langkat, Syah Afandin.

Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan bahwa masih banyak korban banjir yang belum terdata sebagai penerima bantuan. Menanggapi hal tersebut, Bupati Langkat mengakui adanya kendala dalam proses pendataan.

“Kami akui ada permasalahan dalam pendataan. Untuk itu akan dilakukan pendataan ulang, dan kami siap membawa persoalan ini ke pemerintah pusat,” ujar Syah Afandin.

Baca Juga:  HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Ia menjelaskan bahwa penyaluran bantuan berada di bawah kewenangan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Namun, Pemerintah Kabupaten Langkat akan terus mengawal agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang berhak.

Koordinator aksi, Said Abdullah, menyampaikan lima tuntutan utama dalam aksi tersebut, yaitu transparansi data penerima bantuan, kejelasan anggaran, pendataan ulang korban banjir, percepatan pemulihan, serta respons cepat pemerintah dalam penanganan bencana ke depan.

Setelah dialog, massa membubarkan diri secara tertib sambil menunggu realisasi dari komitmen pemerintah daerah terkait penyaluran bantuan korban banjir di Langkat.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggaran Listrik PJU Langkat Rp50 Miliar Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Kadishub
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Anggota DPR Khawatir Penghentian MBG Saat PJJ Ganggu Asupan Gizi Siswa
HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal
Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Anggaran Listrik PJU Langkat Rp50 Miliar Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Kadishub

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Anggota DPR Khawatir Penghentian MBG Saat PJJ Ganggu Asupan Gizi Siswa

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10 WIB

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung

Terbaru