Wartawan Senior Bongkar Dugaan Ketum Partai Terlibat Penyadapan Presiden, Dikenal Dekat dengan Solo

- Kontributor

Kamis, 5 November 2026 - 15:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA, Langkatoday.com – Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan. Kali ini, wartawan senior Setiyardi Budiono mengungkap informasi yang menyebut adanya dugaan keterlibatan seorang ketua umum partai politik dalam rangkaian peristiwa penyadapan tersebut.

Setiyardi mengaku memperoleh informasi dari sejumlah narasumber yang disebutnya kredibel. Informasi itu berkaitan dengan pertemuan antara seorang ketua umum partai politik dan sejumlah jenderal yang belakangan dikabarkan ditangkap dalam perkara dugaan penyadapan Presiden Prabowo.

Menurut Setiyardi, pertemuan tersebut berlangsung di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, sekitar tiga jam sebelum penangkapan para jenderal yang dimaksud.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kawan-kawan, ini ada perkembangan baru dalam soal konspirasi penyadapan Presiden Prabowo. Saya mendapatkan informasi valid dari beberapa narasumber bahwa ada seorang ketua umum partai terlibat dalam kasus penyadapan kepada Presiden Prabowo,” ungkap Setiyardi di channel YouTube Obor Rakyat Reborn, Kamis (5/11).

Ia menyebut, dalam pertemuan tersebut terdapat belasan jenderal yang melakukan rapat koordinasi bersama ketua umum partai politik tersebut.

Setiyardi bahkan mengklaim bahwa pertemuan semacam itu bukan baru sekali dilakukan. Menurut informasi yang diterimanya, rapat koordinasi tersebut disebut kerap berlangsung dan sang ketua umum partai beberapa kali hadir.

“Fakta yang diterima pada malam penangkapan para jenderal yang melakukan penyadapan, beberapa saat sebelumnya, sekitar tiga jam sebelumnya, sang ketua umum partai ini melakukan rapat koordinasi dengan para jenderal yang akhirnya ditangkap,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa penyidik Mabes Polri telah mengetahui keberadaan dan aktivitas pertemuan tersebut.

Meski mengaku mengetahui identitas ketua umum partai yang dimaksud, Setiyardi memilih tidak mengungkap namanya secara terbuka.

Ia beralasan tidak ingin mengganggu proses penyidikan dan menyerahkan sepenuhnya kepada Polri maupun pemerintah untuk menyampaikan perkembangan perkara tersebut kepada publik.

Namun, Setiyardi memberikan sejumlah petunjuk yang menurutnya dapat mengarahkan publik untuk menduga siapa sosok ketua umum partai politik tersebut.

“Pertama, ketua umum partai ini dikenal sangat dekat dengan Solo. Sangat dekat, agak norak. Yang kedua, ketua umum partai ini hidupnya penuh dengan kontroversi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut langsung memunculkan perhatian karena menyangkut dugaan keterlibatan elite politik dalam persoalan keamanan Presiden.

Apabila informasi mengenai pertemuan tersebut benar, penyidik perlu menelusuri lebih jauh siapa saja yang hadir, apa agenda pembicaraan, serta apakah terdapat hubungan antara pertemuan itu dengan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo.

Pernyataan Setiyardi juga membuka pertanyaan lebih luas mengenai kemungkinan adanya jaringan atau hubungan antara oknum aparat dan kekuatan politik di luar institusi kepolisian dalam perkara tersebut.

Karena itu, pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang diduga mengetahui atau terlibat menjadi penting agar perkara ini tidak berhenti hanya pada penindakan terhadap sejumlah aparat.

Publik membutuhkan penjelasan menyeluruh mengenai siapa yang merancang, siapa yang melaksanakan, apa motifnya, dan apakah terdapat pihak lain yang memberikan perintah atau dukungan.

Di akhir keterangannya, Setiyardi mengajak masyarakat mendoakan keselamatan Presiden Prabowo agar dapat menjalankan tugas memimpin negara.

Ia juga menyampaikan dukungan kepada personel TNI dan Polri yang bertugas menjaga keamanan Jakarta.

“Kita berdoa agar Pak Presiden kita, Pak Prabowo selalu sehat dalam memimpin negara ini, dilindungi Allah, Tuhan yang menguasai langit dan bumi,” tuturnya.

Setiyardi turut menyampaikan apresiasi kepada personel TNI dan Polri agar tetap sehat, semangat, dan menjalankan tugas secara profesional serta loyal kepada negara dan konstitusi.

Editor : Fadli

Ikuti WhatsApp Channel Langkatoday Follow

Berita Terkait

Momen Jokowi Perlihatkan Ijazah S1 UGM di Sidang, Roy Suryo Tertawa
Rocky Gerung Berpantun “Tukang Kayu Sebentar Lagi Jadi Tahanan”
Jokowi-Gibran Disebut Jadi Dalang di Balik Dugaan Makar Penyadapan Prabowo
Alat Sadap Listyo Lebih Canggih dari Milik TNI, Ini Penjelasan Mantan Kepala BAIS
Listyo Sigit cs Sadap Presiden Prabowo, Gerindra: Pengkhianat!
TNI AL Kerahkan 20.980 Personel Perkuat Pengamanan Ibu Kota, Usai Eks Kapolri Listyo Sigit Ditahan
Penyadapan ke Presiden Dinilai Makar, Harus Diselidiki Siapa yang Menyuruh Listyo Sigit
Kelompok Jokowi dan Listyo Sigit Tidak Akan Tinggal Diam!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 15:19 WIB

Momen Jokowi Perlihatkan Ijazah S1 UGM di Sidang, Roy Suryo Tertawa

Kamis, 5 November 2026 - 15:03 WIB

Wartawan Senior Bongkar Dugaan Ketum Partai Terlibat Penyadapan Presiden, Dikenal Dekat dengan Solo

Kamis, 5 November 2026 - 09:29 WIB

Rocky Gerung Berpantun “Tukang Kayu Sebentar Lagi Jadi Tahanan”

Kamis, 5 November 2026 - 09:22 WIB

Jokowi-Gibran Disebut Jadi Dalang di Balik Dugaan Makar Penyadapan Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 16:22 WIB

Alat Sadap Listyo Lebih Canggih dari Milik TNI, Ini Penjelasan Mantan Kepala BAIS

Terbaru

Chat via WhatsApp