Pematang Jaya, Langkatoday.com – Dari ujung Kabupaten Langkat yang berbatasan langsung dengan Provinsi Aceh, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pelayanan publik dan manfaat pembangunan dirasakan masyarakat hingga wilayah terluar.
Komitmen itu disampaikan Tiorita saat bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Salahaji, Kecamatan Pematang Jaya, Rabu (7/10).
Kegiatan yang digelar di halaman SDN 057238 Air Putih tersebut dirangkai dengan Bakti Sosial Terpadu, pencanangan titik nol Kabupaten Langkat, serta penyerahan kunci rumah hasil program bedah rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua keluarga menerima bantuan bedah rumah hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Langkat dan Baznas Kabupaten Langkat. Masing-masing memperoleh Rp25 juta, sehingga total bantuan mencapai Rp50 juta.
Dana tersebut berasal dari infak dan sedekah yang dihimpun melalui Gerakan Infak dan Sedekah ASN Kabupaten Langkat dan dikelola Baznas.
“Semoga rumah ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan membawa kenyamanan serta kebahagiaan bagi keluarga. Mudah-mudahan bantuan ini menjadi berkah dan meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat,” kata Tiorita.

Selain bedah rumah, pemerintah membawa sejumlah layanan langsung ke masyarakat. Mulai dari pasar murah, pemeriksaan kesehatan gratis, sunat massal, pelayanan keluarga berencana hingga administrasi kependudukan seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga, akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak.
Warga juga menerima makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, bantuan kursi roda, 30 paket sembako serta 25 paket perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu berprestasi.
Tiorita mengatakan pelayanan pemerintah tidak boleh hanya terkonsentrasi di pusat pemerintahan atau wilayah perkotaan.
“Yang paling penting adalah masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran pemerintah. Kita ingin pelayanan dan kepedulian ini benar-benar sampai kepada masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terluar Kabupaten Langkat,” ujarnya.
Untuk mendengar langsung persoalan masyarakat, Tiorita turut membawa jajaran kepala perangkat daerah ke Pematang Jaya.
“Hari ini saya sengaja mengajak seluruh jajaran perangkat daerah hadir bersama. Bukan untuk menunjukkan banyaknya pejabat yang datang, melainkan untuk menunjukkan bahwa masyarakat tidak menghadapi persoalannya sendirian,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Tiorita juga menghadirkan BPJS Ketenagakerjaan Stabat untuk membahas perluasan perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat, terutama petani.
Sementara itu, kebutuhan layanan perbankan turut menjadi perhatian. Tiorita meminta Bank Sumut mendengar aspirasi masyarakat terkait kebutuhan ATM di Kecamatan Pematang Jaya.
“Saya berharap Bank Sumut dapat segera merealisasikan harapan masyarakat akan tersedianya layanan ATM di Kecamatan Pematang Jaya,” katanya.
Kegiatan di wilayah perbatasan tersebut menjadi pesan bahwa pembangunan Langkat tidak semestinya berhenti di pusat kota. Pemerintah dituntut memastikan akses pelayanan publik, perlindungan sosial dan program kesejahteraan juga menjangkau masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan.
Dari Pematang Jaya, persoalan jarak dan kondisi geografis menjadi tantangan yang harus dijawab dengan kehadiran pemerintah, bukan menjadi alasan terbatasnya pelayanan kepada masyarakat.
Editor : Fadli













Komentar