Ratusan Warga Blokir Jalan, Tuntut Jalan Protokol Desa Pematang Cengal Segera Diaspal
Tanjung Pura, Langkatoday.com – Kekecewaan warga Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, kembali memuncak. Ratusan masyarakat turun ke jalan dan memblokir akses utama desa sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan protokol yang hingga kini belum juga diaspal, meski telah puluhan tahun menjadi harapan masyarakat, Kamis (6/8).
Aksi berlangsung di depan Lapangan Badminton Dusun Serbaguna. Warga menuntut Pemerintah Kabupaten Langkat segera merealisasikan pembangunan jalan sepanjang sekitar 3,5 kilometer yang menghubungkan Dusun Serbaguna hingga Dusun Paluh Gusta.
Dalam aksi tersebut hadir sejumlah pejabat dan anggota DPRD Kabupaten Langkat, di antaranya Muhammad Rio, Rahmad Rinaldi, Jul’aidi Syam, Mahalli Hakim, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Langkat Arie Ramadhany, Camat Tanjung Pura Tengku Reza Aditya, Kepala Desa Pematang Cengal Arusman, serta perwakilan PT Energi Mega Persada (EMP) Gebang.
Pada mediasi yang dilakukan bersama masyarakat, Plt Kadis PUTR Langkat Arie Ramadhany menyampaikan komitmen pemerintah untuk mulai mengaspal jalan tersebut pada November 2026 dengan target awal sepanjang 500 meter.
Sementara itu, perwakilan PT EMP Gebang menyatakan akan mengusulkan dukungan pembangunan jalan kepada manajemen perusahaan di Jakarta. Perusahaan juga meminta Pemerintah Kabupaten Langkat melengkapi administrasi yang dibutuhkan sebagai dasar pengajuan bantuan.
Namun, penyampaian tersebut belum mampu meredam kekecewaan warga. Masyarakat mengaku sudah terlalu sering menerima janji tanpa realisasi yang jelas.
“Kami sudah terlalu lama menunggu. Yang kami butuhkan sekarang bukan lagi janji, tetapi pekerjaan nyata di lapangan,” ungkap salah seorang warga dalam aksi tersebut.
Selain kondisi jalan yang rusak parah, masyarakat juga mengeluhkan aktivitas truk bertonase besar yang setiap hari melintasi kawasan tersebut. Debu tebal yang ditimbulkan kendaraan disebut masuk ke rumah-rumah warga dan mengganggu kesehatan, sementara getaran kendaraan berat diduga menyebabkan sejumlah rumah mengalami keretakan.
Suasana aksi semakin menyentuh ketika kaum ibu mengambil alih barisan depan. Mereka membentangkan terpal di badan jalan, memindahkan teratak ke tengah jalan, lalu duduk bersama sambil melantunkan salawat dan memanjatkan doa agar jalan desa mereka segera diperbaiki.
Setelah dialog berlangsung cukup panjang, Camat Tanjung Pura Tengku Reza Aditya menyampaikan hasil kesepakatan sementara. Pemerintah menargetkan pengaspalan awal sepanjang 500 meter pada November 2026, sedangkan PT EMP Gebang direncanakan membantu pembangunan sekitar satu kilometer jalan pada 2027.
Sebagai langkah sementara, pemerintah juga akan melakukan perbaikan menggunakan sekitar 200 dump truck material sirtu yang akan diratakan dengan alat berat untuk menutup lubang dan mengurangi debu selama menunggu pembangunan permanen.
Meski demikian, hingga menjelang waktu Magrib massa aksi masih bertahan menutup akses jalan. Camat Tanjung Pura bersama aparat kepolisian beberapa kali mengimbau masyarakat membuka blokade, namun warga tetap bertahan hingga akhirnya polisi melakukan pengaturan dan membuka akses jalan agar arus lalu lintas kembali normal.
Aksi tersebut menjadi gambaran besarnya harapan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur dasar di Desa Pematang Cengal.
Warga berharap komitmen yang telah disampaikan pemerintah dan pihak perusahaan benar-benar diwujudkan sehingga jalan yang selama puluhan tahun rusak dapat segera dinikmati masyarakat dalam kondisi layak dan aman.









