Nasional

Prabowo Beberkan Alasan Tetap Nyapres Meski 4 Kali Kalah: Indonesia Sedang Menuju Arah yang Salah

Tim Langkatoday
432
×

Prabowo Beberkan Alasan Tetap Nyapres Meski 4 Kali Kalah: Indonesia Sedang Menuju Arah yang Salah

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Lampung, Langkatoday.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap alasan dirinya tetap maju dalam kontestasi pemilihan presiden meski harus mengalami kekalahan berulang kali dalam perjalanan politiknya.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu (10/6).

Dalam pidatonya, Prabowo mengenang perjalanan panjangnya mengikuti berbagai kontestasi politik nasional sejak era reformasi.

“Saudara-saudara, saya tadi dikatakan berapa kali maju jadi presiden? Tadi disebut tiga kali kalah, salah. Empat kali kalah. Saya ikut sejak konvensi Golkar tahun 2004, kemudian 2009, 2014, 2019, dan 2024. Jadi lima kali maju, empat kali kalah,” ujar Prabowo yang disambut tawa dan tepuk tangan peserta Munas.

Menurut Prabowo, tidak sedikit pihak yang mempertanyakan keputusannya untuk terus maju sebagai calon presiden meski berkali-kali mengalami kekalahan.

Ia mengaku sering mendapat penilaian bahwa ambisinya menjadi presiden terlalu besar karena terus kembali mengikuti pemilihan.

Namun Prabowo menegaskan, keinginannya maju sebagai calon presiden bukan semata-mata untuk memperoleh jabatan tertinggi di pemerintahan.

Ia mengatakan motivasinya lahir dari keprihatinan terhadap arah pembangunan dan perjalanan bangsa yang menurutnya telah menyimpang sejak dekade 1990-an.

“Kenapa saya ingin jadi presiden? Karena saya sudah melihat sejak tahun 1990-an bahwa Indonesia menuju arah yang salah. Saya sudah melihat itu,” kata Prabowo.

Prabowo juga menepis anggapan bahwa posisi presiden merupakan jabatan yang nyaman dan mudah dijalankan.

Menurutnya, menjadi kepala negara justru menghadirkan tanggung jawab yang sangat besar terhadap nasib bangsa dan rakyat.

“Saya bukan mau jadi presiden hanya untuk jadi presiden. Lo kira enak?” ucapnya.

Presiden menegaskan bahwa kepemimpinan nasional harus didasarkan pada panggilan pengabdian dan tanggung jawab untuk memperbaiki keadaan, bukan sekadar mengejar kekuasaan atau kedudukan politik.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian yang paling mendapat perhatian dalam pidato Prabowo di hadapan para pengusaha muda Indonesia yang menghadiri Munas HIPMI XIII di Bandar Lampung.