4 Tahun Langkatoday
Regional

Dua Pekerja Pengambil Timah yang Tertimbun Longsor di Medan Deli Ditemukan Tewas

YR Siregar
238
×

Dua Pekerja Pengambil Timah yang Tertimbun Longsor di Medan Deli Ditemukan Tewas

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Medan, Langkatoday.com – Operasi pencarian korban longsor di area bekas PT Gunung Gahapi Sakti, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, resmi berakhir duka. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi kedua korban dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimbun material tanah dan batu pada Selasa (12/5).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan, Hery Marantika, mengonfirmasi bahwa seluruh korban yang dilaporkan hilang kini telah ditemukan.

Kronologi Penemuan Korban

Pencarian intensif dilakukan sejak pagi hari setelah pihak keluarga melaporkan kejadian yang menimpa korban pada Senin malam sekitar pukul 23.30 WIB. Korban diketahui sedang beraktivitas mengambil sisa-sisa timah di lokasi tersebut sebelum longsoran material menimbun mereka.

Berikut rincian penemuan kedua korban:

  • Korban Pertama (Roni Fauzi, 38): Ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 13.46 WIB.
  • Korban Kedua (Rinaldi, 38): Ditemukan sekitar pukul 14.26 WIB, juga dalam kondisi meninggal dunia.

Jasad kedua korban segera dievakuasi oleh petugas menuju RS Mitra Medika Yos Sudarso untuk proses lebih lanjut.

Medan Sulit dan Berisiko

Hery menjelaskan bahwa proses evakuasi tidak berjalan mudah. Tim SAR menghadapi kendala lapangan yang cukup berisiko, terutama adanya genangan air di bawah timbunan longsor.

“Kondisi lokasi cukup berisiko karena terdapat genangan air yang berasal dari aliran Sungai Deli. Hal ini sempat menjadi hambatan dalam proses pencarian dan evakuasi korban,” jelas Hery.

Operasi SAR Ditutup

Dengan ditemukannya Rinaldi sebagai korban terakhir, Basarnas secara resmi menghentikan pencarian. “Setelah kedua korban ditemukan, operasi SAR dinyatakan selesai dan secara resmi ditutup,” pungkas Hery.

Tragedi ini menjadi pengingat akan besarnya risiko keselamatan bagi para pekerja yang beraktivitas di area bekas industri atau lokasi yang rawan mengalami pergerakan tanah, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.