Pakpak Bharat, Langkatoday.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pakpak Bharat menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan dan kehadiran pengajian kaum ibu Majelis Taklim dan Dzikir Al-Haura. Dukungan ini disampaikan sebagai upaya memperkuat kemaslahatan umat serta menjaga kerukunan beragama di daerah tersebut.
Dukungan tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Pakpak Bharat, Muji Burahman Manik, ST, saat menerima audiensi pengurus Majelis Taklim Al-Haura di Gedung DPRD, Kamis (16/4).
Menjaga Eksistensi Kerukunan Umat
Muji Burahman, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KAHMI Pakpak Bharat, mengapresiasi kehadiran organisasi ini di tengah masyarakat Pakpak Bharat yang majemuk. Ia berharap forum ini menjadi perekat silaturahmi antarumat beragama yang selama ini sudah berjalan harmonis.
“Saya mendukung sepenuhnya hadirnya Majelis Taklim dan Dzikir Al-Haura untuk kemaslahatan umat. Penduduk Pakpak Bharat ini penuh kekeluargaan meski berbeda agama. Kiranya dengan forum ini, eksistensi umat beragama ke depan akan lebih rukun dan saling menghargai,” ujar politisi PPP tersebut.
Ia juga memuji filosofi nama “Al-Haura” yang bermakna bidadari surga, serta menekankan pentingnya organisasi berbasis kesadaran sukarela untuk mendorong kebaikan sosial di masyarakat.
Fokus Sosial Keagamaan, Bukan Politik Praktis
Satu hal yang menjadi catatan positif bagi DPRD adalah komitmen Majelis Taklim Al-Haura untuk tetap berada pada jalur sosial keagamaan tanpa terjun ke politik praktis. Meskipun nantinya Muji Burahman akan disematkan sebagai Ketua Pembina di jajaran kabupaten, ia memastikan marwah organisasi tetap terjaga.
“Organisasi ini cukup baik karena mengedepankan sosial keagamaan tanpa berniat macam-macam. Ini murni untuk pembinaan masyarakat,” tambahnya.
Ketua Umum Majelis Taklim Al-Haura, Ernawati Sitepu, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah gencar mengembangkan sayap organisasi ke seluruh kabupaten/kota di Sumatra Utara, bahkan merambah tingkat nasional.
“Saat ini kami sudah melantik kepengurusan di lima daerah. Dalam waktu dekat kami akan meluas ke seluruh Indonesia, termasuk yang terbaru sudah terbentuk di Batam,” jelas Ernawati.
Ia menegaskan bahwa Al-Haura bersifat inklusif dan tidak membeda-bedakan latar belakang profesi maupun tingkat pemahaman agama jamaahnya.
“Pengajian adalah tempat membawa semua orang menjadi lebih baik. Apapun profesinya, Al-Haura mengajak mereka untuk lebih dekat dengan agama tanpa pilih-pilih,” pungkasnya.
Hadirnya Al-Haura di Pakpak Bharat diharapkan mampu memberikan warna baru dalam pembinaan mental dan spiritual kaum ibu di Bumi Suaka Penempun tersebut.
.png)


