Wacana Pilkada Lewat DPRD Dinilai Berbahaya, Pengamat: Tak Menyelesaikan Korupsi

- Pewarta

Rabu, 7 Januari 2026 - 23:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Medan, Langkatoday.com – Wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menuai sorotan. Pengamat politik Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Faisal Riza, menilai gagasan tersebut justru berpotensi melahirkan persoalan baru dan tidak menjawab akar masalah dalam pelaksanaan Pilkada langsung.

Menurut Faisal, anggapan bahwa Pilkada langsung membuat masyarakat terlibat praktik korupsi dan politik uang tidak sepenuhnya tepat. Ia menegaskan, fakta di lapangan menunjukkan banyak anggota DPRD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang justru terjerat kasus korupsi.

“Kalau alasannya Pilkada langsung membuat rakyat koruptif, itu juga perlu dikaji ulang. Kita melihat banyak anggota legislatif justru terlibat kasus korupsi. Karena itu, pemilihan lewat DPRD juga sama-sama mengkhawatirkan,” ujar Faisal, dikutip Rabu (7/1).

Faisal mengakui bahwa Pilkada langsung memang membutuhkan biaya besar dan membuka ruang terjadinya politik uang. Namun, ia menilai persoalan tersebut seharusnya diselesaikan melalui penguatan regulasi dan penegakan hukum, bukan dengan mengubah mekanisme pemilihan.

“Kalau masalahnya biaya mahal dan money politics, solusinya bukan menghapus pemilihan langsung, tetapi memperkuat aturan, penegakan hukum Pemilu, serta lembaga pengawas,” jelasnya.

Ia juga menyoroti peran partai politik dalam mahalnya biaya Pilkada. Menurut Faisal, banyak partai mengusung figur yang tidak memiliki kedekatan dan popularitas di tengah masyarakat, sehingga politik uang kerap dijadikan jalan pintas untuk mendongkrak elektabilitas.

Baca Juga:  Kenaikan Tunjangan DPR RI Tuai Sorotan, Publik Bandingkan dengan Kesederhanaan Umar bin Khattab

“Biaya mahal itu muncul karena partai menyodorkan calon yang tidak populis. Ketidakhadiran mereka dalam kerja sosial dan kemasyarakatan akhirnya dikompensasi dengan uang,” katanya.

Faisal menekankan, jika partai politik konsisten mengusung figur yang berkualitas, kredibel, dan dikenal publik, masyarakat akan memilih dengan kesadaran penuh tanpa harus tergoda praktik politik uang.

“Di sinilah pentingnya pendidikan politik dan sosialisasi politik oleh partai. Partai punya tanggung jawab membangun kesadaran politik rakyat, bukan sekadar mengandalkan modal finansial,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode
Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Rocky Gerung Tantang Pengkritiknya soal Wantimpres: Tunggu 10 Tahun, Kalian Bakal Minta Maaf!
Pernah Dipecat PDIP, Bobby Nasution Kini Tegaskan Bertahan di Gerindra

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:14 WIB

Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:18 WIB

PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB