Wajah Baru SMAN 21 Medan: Di Bawah Komando Teti Dian Sari, dari Benahi Sanitasi Hingga Buka Kelas Unggulan
Medan, Langkatoday.com – Komitmen perubahan nyata ditunjukkan kepemimpinan baru di SMA Negeri 21 Medan. Di bawah komando Kepala Sekolah Teti Dian Sari, S.Pd., M.Pd., sekolah yang berlokasi di area pinggiran Kota Medan ini mulai berbenah secara masif, mulai dari perbaikan sanitasi dasar, pembangunan sarana olahraga, hingga peluncuran Kelas Unggulan.
Teti menegaskan bahwa seluruh langkah akselerasi pembangunan dan pembenahan yang dilakukan semata-mata berfokus pada masa depan 867 siswa SMAN 21 Medan.
“Prinsip saya hanya satu, demi anak-anak. Saya penerima beasiswa sejak bangku SMA hingga S-2, otomatis ada janji bakti untuk negeri yang terpatri kuat di hati saya. Begitu melangkah ke sini, pertanyaan pertama saya kepada rekan-rekan guru adalah: apa yang harus kita benahi bersama?” ujar Teti pada Rabu (19/8).
Dalam memimpin gebrakan baru ini, Teti didampingi jajaran manajemen sekolah, di antaranya Budi Sanjaya Saragih, S.Pd. (Wakasek Kurikulum), Novita Hasibuan, S.Pd. (Wakasek Kesiswaan), Ivawani Hasibuan (Wakasek Sarpras), serta Mauris Sinaga, S.Pd. (Humas).
Langkah awal pembenahan dalam dua bulan pertama difokuskan pada sarana mendasar. Pihak sekolah merombak total sanitasi dan fasilitas toilet yang sebelumnya rusak parah. Pengecatan ulang gedung sekolah juga dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan representatif.

Selain itu, SMAN 21 Medan berkolaborasi secara transparan dengan komite sekolah untuk membangun lapangan bola basket permanen. Kehadiran fasilitas ini menjadi angin segar bagi para siswa yang sebelumnya harus menumpang latihan ke SMAN 14 Medan atau bermain di atas tanah terbuka.
Mengenai akses jalan menuju sekolah, Teti mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan Dinas PUPR dan kelurahan setempat agar infrastruktur pendukung dapat segera diperbaiki.
Guna mendongkrak daya saing akademik peserta didik, SMAN 21 Medan menghadirkan inovasi Kelas Khusus (Unggulan) berkapasitas 36 kursi. Proses seleksi dilakukan secara ketat selama tiga hari, meliputi tes akademik, kesamaptaan, jasmani, hingga pemeriksaan kesehatan.
Selain itu, pembentukan karakter siswa diperkuat melalui 14 kegiatan ekstrakurikuler serta program pembiasaan mingguan:
- Rabu Gerasi (Literasi & Numerasi): Pembiasaan membaca dan kemampuan dasar hitung.
- Kamis Religi: Pembinaan rohani dan peningkatan spiritualitas siswa.
- Jumat Bersih & Sehat: Olahraga senam bersama dan gotong royong kebersihan lingkungan.
Teti menegaskan tekadnya untuk menutup lembaran masa lalu dan membawa seluruh ekosistem SMAN 21 Medan mengukir banyak prestasi baru tanpa terhalang lokasi geografis.
“Jangan mentang-mentang berada di pinggiran atau dekat kawasan garapan, mimpi anak-anak ini kita batasi. Mereka punya masa depan luar biasa. Kami ingin ada kebahagiaan dan kebanggaan nyata saat anak-anak melangkahkan kaki ke sekolah ini,” tegas Teti optimistis.









