Dosen dan Mahasiswa Farmasi Institut Kesehatan Helvetia Gelar Sosialisasi Rasionalisasi Antibiotik di Padang Cermin

STABAT (Langkatoday)Dalam upaya menekan angka resistensi antibiotik di masyarakat, dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Institut Kesehatan Helvetia Medan menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Padang Cermin, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Kegiatan yang bertajuk “Sosialisasi Penggunaan Antibiotik yang Rasional dalam Upaya Pencegahan Resistensi dan Pemeriksaan Kesehatan” ini dilaksanakan dengan melibatkan dosen dan mahasiswa, serta masyarakat setempat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut aparat desa dan sejumlah warga yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan.

Baca Juga:  LSM GEMPUR Murka! Skandal Koperasi Langkat Disebut Pembodohan Publik, Ribuan Korban Teriak Minta Keadilan

Tim dosen yang terlibat antara lain apt. Elfia Neswita, S.Farm., M.Farm., apt. Lilik Septiana, S.Farm., M.Farm., apt. Azzura Ligo, S.Farm., M.Biotek., apt. Khairani Fitri, S.Si., M.Kes., Tetty Noverita Khairani, S.Si., M.Si., Juliana Putri, dan M. Iqbal Baihaqi.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Padang Cermin, Bapak Agusta Sentosa Tarigan KM, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap pengabdian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan antibiotik secara rasional.

“Semoga kegiatan ini bisa memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat kami, agar tidak sembarangan mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter,” ujarnya.

Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Namun, penggunaan yang tidak tepat—misalnya untuk infeksi akibat virus atau jamur—dapat menyebabkan resistensi, yaitu kondisi di mana bakteri tidak lagi mempan terhadap antibiotik tertentu. Hal ini bisa berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat.

Baca Juga:  Skandal PPPK Langkat, Kepala Dinas dan Pejabat Lain Dituntut 16 Bulan Penjara

Salah satu penyebab utama resistensi antibiotik adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat tersebut. Karena itu, edukasi seperti yang dilakukan Institut Kesehatan Helvetia sangat penting untuk mencegah risiko yang lebih besar di masa depan.

Baca Juga:  Aksi Solidaritas Bela Palestina di Langkat, Donasi Terkumpul Capai Rp 238 Juta

Institut Kesehatan Helvetia secara penuh mendukung kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tahun 2025 ini. Dukungan diberikan dalam bentuk penyediaan fasilitas, sarana, dan prasarana selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan ini juga mencakup pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.

Sebagai penutup kegiatan, dilaksanakan sesi foto bersama antara tim dosen, mahasiswa, dan warga Desa Padang Cermin sebagai bentuk dokumentasi sekaligus wujud kebersamaan dalam membangun kesadaran kesehatan di masyarakat.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia