Gempa M 7,0 Guncang Flores, 33 Orang Tewas dan 23 Luka-Luka

- Pewarta

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Maumere, Langkatoday.com – Gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di sejumlah daerah.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena yang mengunjungi Kabupaten Sikka, Sabtu (15/8), menyampaikan perkembangan terbaru penanganan bencana tersebut.

Berdasarkan data sementara pemerintah daerah, sebanyak 33 orang meninggal dunia dan 23 orang mengalami luka-luka akibat gempa yang mengguncang Flores.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Data yang kami miliki saat ini ada korban meninggal 33 orang, yaitu di Sikka tiga orang, Ende satu orang, Manggarai 14 orang, Manggarai Timur 14 orang dan Manggarai Barat satu orang,” ujar Melki saat memberikan keterangan di Maumere.

Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, masing-masing mencapai 14 orang.

Sementara itu, korban luka tercatat sebanyak 23 orang. Rinciannya, enam orang di Kabupaten Sikka, 13 orang di Ende dan empat orang di Manggarai Barat.

Baca Juga:  KSPSI AGN Gelar Peringatan Hari Buruh dengan Kegiatan Sosial, Olahraga, dan Sambut Piala AFF di Medan

Empat Orang Masih Terjebak

Proses pencarian dan evakuasi korban hingga kini masih berlangsung. Pemerintah menyebut terdapat empat orang yang masih terjebak di dalam bangunan di Kabupaten Manggarai.

Tim SAR bersama unsur terkait masih berupaya melakukan evakuasi terhadap korban.

“Yang menjadi perhatian sekarang bagaimana tim SAR bisa membantu penanganan korban yang masih terjebak di bangunan,” kata Melki.

Menurutnya, jumlah korban dan dampak kerusakan masih dapat berubah karena proses pendataan terus dilakukan di berbagai wilayah.

“Hampir semua se-Flores ini dengan kondisi kerusakan masing-masing masih kami data,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT bersama TNI, Polri, tim SAR dan berbagai unsur terkait terus melakukan pendataan serta penanganan terhadap masyarakat terdampak

Pemprov NTT Proses Status Bencana

Melki mengatakan Pemerintah Provinsi NTT saat ini sedang memproses penetapan gempa Flores sebagai bencana tingkat provinsi.

Namun, terkait kemungkinan penetapan sebagai bencana nasional, keputusan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Penetapan bencana nasional itu ada di pemerintah pusat. Data ini akan kami gambarkan apa adanya, nanti biarkan status itu pemerintah pusat yang memutuskan,” jelasnya.

Baca Juga:  WNA China Keroyok TNI Disebut Bohong, Ternyata Ada Kisah Perebutan Tambang Emas

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat diminta mengikuti perkembangan penanganan bencana melalui sumber resmi pemerintah daerah, TNI-Polri dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Gempa Guncang Sejumlah Wilayah Flores

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,0 dilaporkan mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu pagi sekitar pukul 04.58 WIB.

Gempa kemudian kembali mengguncang wilayah Labuan Bajo dengan kekuatan magnitudo 6,2 sekitar pukul 05.13 WIB.

Rangkaian gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah Pulau Flores dan sekitarnya.

Pemerintah hingga kini masih melakukan pendataan terhadap tingkat kerusakan bangunan maupun fasilitas publik di masing-masing wilayah.

Dengan masih berlangsungnya proses evakuasi dan pendataan, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku
Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda
Batam dan Sekitarnya Blackout, Pasokan Air Bersih dan Internet Terganggu
Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Viral! Kondisi Memprihatinkan Mobil Dinas Berplat Merah di Binjai Picu Sorotan Warganet
IKA Unpad Dorong Beasiswa, Koperasi Masjid hingga Penguatan Infrastruktur Kampus
Nama Bripka Agus Ginta Meiro Beredar Usai Video Polisi Diduga Ejek Pendemo Viral

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Batam dan Sekitarnya Blackout, Pasokan Air Bersih dan Internet Terganggu

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul

Terbaru