Tiorita Dorong UMKM Langkat Percepat Sertifikasi Halal untuk Naik Kelas

Medan, Langkatoday.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, SH, mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Langkat untuk mempercepat proses sertifikasi halal sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing produk dan memperluas akses pasar.

Dukungan tersebut disampaikan Tiorita saat menghadiri pembukaan Sumut Halal Fest 2026 yang digelar di area parkir Eks Medan Club, Medan, Rabu (26/8).

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Bank Indonesia dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan akses informasi dan dukungan terkait sertifikasi halal, pembiayaan, perbankan, pemasaran serta pengembangan ekonomi syariah.

Mengusung tema “Kolaborasi Akselerasi Penguatan Ekosistem Halal melalui Sertifikasi Halal, Integrasi Ekonomi Syariah dan Digitalisasi untuk Mendukung Stabilitas serta Transformasi Ekonomi Sumatera Utara”, Sumut Halal Fest 2026 juga menghadirkan berbagai produk halal dari pelaku usaha.

Tiorita menilai sertifikasi halal memiliki peran strategis bagi UMKM, termasuk pelaku usaha di Kabupaten Langkat. Menurutnya, label halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan regulasi, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan.

“Hal ini sangat baik untuk membangun kepercayaan konsumen. Kita harus berbenah dari konsumen menjadi produsen. Lewat sertifikasi halal untuk UMKM di Sumut, terutama di Langkat, saya yakin UMKM akan semakin maju dan sejahtera ke depannya,” ujar Tiorita.

Baca Juga:  KSPSI AGN Gelar Peringatan Hari Buruh dengan Kegiatan Sosial, Olahraga, dan Sambut Piala AFF di Medan

Ia berharap semakin banyak produk UMKM asal Langkat yang memenuhi standar halal sehingga mempunyai nilai tambah sekaligus peluang lebih besar untuk dipasarkan di luar daerah.

Baru Sekitar 100 Ribu UMKM Sumut Bersertifikat Halal

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution mengungkapkan jumlah pelaku UMKM di Sumatera Utara mencapai sekitar 1,4 juta usaha.

Namun, menurut Bobby, jumlah UMKM yang telah memiliki sertifikasi halal masih berada di kisaran 100 ribu pelaku usaha.

“Masih ada 1,3 juta lagi yang belum ada,” kata Bobby.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat ekosistem ekonomi halal di Sumatera Utara.

Bobby menegaskan sertifikasi halal tidak semestinya hanya dipandang sebagai kewajiban administratif. Menurutnya, sertifikasi tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM.

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Sumut pada 2026 memfasilitasi sertifikasi halal bagi 1.000 pelaku UMKM.

Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 5.000 sertifikasi halal pada 2027.

Baca Juga:  Pemkab Langkat Suntik Modal Rp25 Miliar ke BUMD Baru

“Ini bentuk komitmen Sumatera Utara untuk memajukan UMKM,” tegas Bobby.

Sertifikasi Halal Dinilai Jadi Strategi Bisnis

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan atau yang akrab disapa Babe Haikal turut mengapresiasi langkah Pemprov Sumut dalam mempercepat sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.

Menurutnya, sertifikasi halal di tengah perkembangan pasar saat ini tidak lagi sebatas formalitas atau persyaratan administrasi.

Sertifikasi halal, kata dia, dapat menjadi bagian dari strategi bisnis sekaligus memberikan jaminan standar kualitas dan kebersihan produk kepada konsumen.

“Di zaman sekarang, sertifikasi halal bukan hanya sekadar formalitas dan syarat, melainkan sebuah strategi bisnis yang kuat, standar kualitas dan kebersihan, serta kunci utama untuk membangun kepercayaan konsumen di pasar global,” ujarnya.

Ia berharap program percepatan sertifikasi halal dapat semakin memperkuat posisi UMKM Sumatera Utara sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Langkat Didorong Jadi Bagian dari Ekosistem Ekonomi Halal

Kehadiran Tiorita dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Langkat untuk memperkuat sektor UMKM sekaligus membuka peluang bagi produk lokal agar semakin kompetitif.

Tiorita menilai UMKM memiliki posisi penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, pelaku usaha perlu mendapatkan dukungan tidak hanya dari sisi permodalan, tetapi juga legalitas, kualitas produk, pemasaran dan akses terhadap pasar.

Baca Juga:  Kerja Tahun Gendang Guro-Guro Aron Jadi Momentum Mempererat Persaudaraan Langkat dan Karo

Ia berharap percepatan sertifikasi halal dapat dimanfaatkan pelaku UMKM Langkat untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

“Dengan produk yang berkualitas dan memiliki sertifikasi halal, saya optimistis UMKM Langkat dapat semakin berkembang, naik kelas dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Tiorita turut didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rudi Kinandung, Kepala Dinas PPKB dan PPA Indri Nugraheni, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Langkat Edi Suratman, Plt Kepala Dinas PUTR Arie Ramadhany, Kasatpol PP Dameka Singarimbun, Kabag Umum Mahardhika Sastra Nasution, Kabag Perekonomian Mimi Wardani Lubis serta Kabag Protokol Winanda Akbar.

Pemkab Langkat berharap penguatan ekosistem ekonomi halal dapat menjadi peluang baru bagi pelaku UMKM lokal untuk tumbuh, memperluas pasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian, UMKM Langkat tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan, tetapi juga dapat naik kelas dan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.

Silvia Handayani
Fadli
Silvia Handayani

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia