www.domainesia.com
Berita

Program Makan Bergizi Gratis di Langkat Disorot, Siswa Hanya Terima Telur Mentah dan Susu Mini

3073
×

Program Makan Bergizi Gratis di Langkat Disorot, Siswa Hanya Terima Telur Mentah dan Susu Mini

Sebarkan artikel ini
Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 5 Stabat, Senin (29/12)
channel whastapp langkatoday

Stabat, Langkatoday.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Langkat menuai sorotan tajam. Program unggulan pemerintah yang digadang-gadang untuk meningkatkan kualitas gizi dan konsentrasi belajar siswa itu kini dipertanyakan, setelah menu yang dibagikan kepada pelajar dinilai jauh dari standar gizi layak.

Melansir pantauan media Orbitdigital di SMP Negeri 5 Stabat, Jalan Diponegoro, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Senin (29/12), menunjukkan paket MBG yang diterima siswa hanya berupa tiga butir telur ayam mentah dan satu kotak susu mini Ultramilk berukuran 125 mililiter.

Menu tersebut dibagikan kepada siswa di tengah masa libur sekolah, kondisi yang justru dinilai bertolak belakang dengan semangat awal program MBG yang menargetkan pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak sekolah.

Sejumlah siswa mengaku terkejut dengan isi paket yang diterima.

“Minggu kemarin kami dapat susu kemasan satu liter, roti tawar, apel dua buah, dan jeruk dua buah. Sekarang cuma dapat tiga telur mentah dan satu kotak susu kecil,” ujar seorang siswi SMPN 5 Stabat kepada wartawan.

Sorotan juga datang dari wali murid. Nur’aini, salah satu orang tua siswa, menilai porsi dan kualitas MBG yang dibagikan tidak sebanding dengan anggaran yang semestinya dialokasikan.

Menurutnya, porsi MBG per siswa per hari ditaksir senilai Rp10.000. Jika paket dirapel untuk enam hari, seharusnya nilai makanan yang diterima siswa mencapai Rp60.000 per anak.

“Kalau melihat isinya, jelas tidak sepadan. Ini patut dipertanyakan. Jangan sampai hak gizi anak-anak kami justru dikurangi,” tegas Nur’aini.

Tak hanya soal porsi, ia juga menyoroti kemasan makanan yang dinilai tidak higienis. Buah-buahan yang sebelumnya diterima siswa disebut tidak dikemas dengan baik dan tanpa wadah steril, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan.

Kondisi ini memicu desakan agar aparat penegak hukum turun tangan. Para wali murid menilai ada indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan program yang bersumber dari anggaran negara tersebut.

“Kalau seperti ini, ada hak anak yang dicuri. Program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah masih jauh panggang dari api,” kata Nur’aini dengan nada kesal.

Hingga berita ini diturunkan, awak media belum memperoleh klarifikasi resmi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jalan Singlar, Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, selaku pihak penyedia MBG di wilayah tersebut.