STABAT, Langkatoday.com – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-59 Tingkat Kabupaten Langkat Tahun 2026 tidak hanya dipusatkan di satu tempat. Sejumlah cabang perlombaan diselenggarakan di delapan lokasi berbeda di kawasan Stabat, Kabupaten Langkat.
Informasi mengenai lokasi pelaksanaan masing-masing cabang musabaqah tersebut disampaikan Ketua Panitia MTQ ke-59 Langkat, Muhammad Suhaimi, S.STP., M.SP., kepada Langkatoday, Sabtu (7/11) pagi.
Menurut Suhaimi, pembagian lokasi dilakukan berdasarkan cabang perlombaan sehingga setiap peserta dapat mengikuti kompetisi sesuai tempat yang telah ditentukan panitia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun lokasi pelaksanaan MTQ ke-59 Kabupaten Langkat Tahun 2026 meliputi:
- Mimbar Utama di Taman Budaya Tengku Amir Hamzah sebagai lokasi utama kegiatan.
- Cabang Hifzhil Qur’an 10 Juz berlangsung di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag).
- Cabang Fahmil Qur’an dan Khattil Qur’an dipusatkan di SMP Negeri 5 Stabat.
- Cabang Syarhil Qur’an dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Langkat
- Cabang Qira’at Sab’ah berlangsung di Akademi Kebidanan (Akbid) Langkat.
- Cabang Hifzhil Qur’an 20 dan 30 Juz, perlombaan dilaksanakan di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
- Cabang Hifzhil Qur’an 5 Juz berlangsung di Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas), dan
- Cabang Tartil dan Tilawah Anak-anak diselenggarakan di Masjid Asyuhada Stabat.
MTQ ke-59 Kabupaten Langkat berlangsung selama lima hari, mulai 5 hingga 9 November 2026, dengan mengusung tema “Mewujudkan Generasi Muda Qurani Penggerak Keberkahan dan Kejayaan Bumi Langkat”.
Kegiatan ini diikuti 883 orang yang terdiri atas panitia, Dewan Hakim, peserta dan ofisial dari 23 kafilah kecamatan serta satu kafilah khusus dari PT LNK.
Melalui penyelenggaraan MTQ ini, Pemerintah Kabupaten Langkat berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para qari, qariah, hafiz dan hafizah, tetapi juga memperkuat pembinaan Al-Qur’an serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai Al-Qur’an.
Editor : Fadli

















Komentar