Lho! 2 Kali Mangkir dari Panggilan KPK, Nusron Muncul di Sidang Kabinet

- Pewarta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menghadiri sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Rabu (21/10).

Berdasarkan pantauan Disway.id di lokasi, Nusron duduk di barisan ketiga.

Kehadiran Nusron ini berlangsung setelah dirinya dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, KPK menjadwalkan pemeriksaan Nusron sebagai saksi pada 7 Oktober 2026.

Namun, ia tidak hadir dengan alasan memiliki agenda lain di internal kementerian.

Penyidik kemudian menjadwalkan ulang pemeriksaan pada 15 Oktober 2026.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Kantor Bupati Langkat Memanas! Massa Asal Besitang Robohkan Pagar dan Kejar Mobil Dinas

Pada kesempatan kedua tersebut, Nusron kembali tidak memenuhi panggilan.

KPK selanjutnya menyampaikan bahwa Nusron meminta penundaan pemeriksaan karena memiliki agenda perjalanan dinas ke luar negeri.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo sebelumnya mengatakan penyidik masih mempertimbangkan langkah selanjutnya agar Nusron dapat memberikan keterangan yang dibutuhkan dalam proses penyidikan.

KPK juga membuka kemungkinan menerbitkan surat panggilan berikutnya, termasuk opsi surat perintah membawa, meski keputusan mengenai langkah tersebut masih dalam pertimbangan penyidik.

Nusron dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan suap dan penerimaan lainnya di lingkungan Kementerian ATR/BPN, termasuk terkait pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga:  PDIP Pecat Jokowi, Gibran dan Bobby Nasution

Dalam perkara tersebut, KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

Penyidik mendalami dugaan praktik korupsi dalam pengurusan pertanahan serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Sementara itu, sidang kabinet paripurna pada Rabu ini merupakan agenda pemerintahan yang dihadiri para menteri, kepala lembaga, serta unsur Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Sidang tersebut dijadwalkan membahas koordinasi dan pelaksanaan program pemerintah, sekaligus berlangsung pada momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Editor : Fadli

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode
Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Rocky Gerung Tantang Pengkritiknya soal Wantimpres: Tunggu 10 Tahun, Kalian Bakal Minta Maaf!
Pernah Dipecat PDIP, Bobby Nasution Kini Tegaskan Bertahan di Gerindra

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Lho! 2 Kali Mangkir dari Panggilan KPK, Nusron Muncul di Sidang Kabinet

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:14 WIB

Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:18 WIB

PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Terbaru

Teknologi

ProArt Terbaru Resmi Masuk Indonesia

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:28 WIB