Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal

- Pewarta

Kamis, 3 September 2026 - 04:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Wamenkomdigi Nezar Patria saat menerima audiensi Indonesian Institute of Journalism (IIJ) bersama tim produksi film

Wamenkomdigi Nezar Patria saat menerima audiensi Indonesian Institute of Journalism (IIJ) bersama tim produksi film

Jakarta, Langkatoday.com – Film dinilai dapat menjadi medium literasi digital yang efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya pinjaman online (pinjol) ilegal, termasuk dampaknya terhadap korban, keluarga, dan lingkungan sosial.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengatakan, kekuatan cerita audiovisual dapat membantu masyarakat melihat secara lebih dekat proses seseorang terjerat pinjol ilegal hingga berbagai tekanan yang muncul setelahnya.

“Masyarakat bisa melihat bagaimana seseorang masuk ke dalam masalah, bagaimana tekanan berkembang, dan bagaimana dampaknya ikut dirasakan keluarga serta orang-orang di sekitarnya,” ujar Wamen Nezar saat menerima audiensi Indonesian Institute of Journalism (IIJ) bersama tim produksi film Menang untuk Kalah di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (31/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Nezar Patria, pendekatan melalui film juga dapat membantu masyarakat memahami bahwa korban pinjol ilegal tidak selalu mengambil pinjaman untuk kebutuhan konsumtif.

Baca Juga:  “GASS POL Tolak Judol” Gaung di Medan, Meutya Hafid: Anak di Bawah 10 Tahun Sudah Jadi Korban Judi Online

Kondisi darurat dan tekanan ekonomi dapat membuat seseorang mengambil keputusan dalam situasi yang sulit.

Ia mengapresiasi tim produksi film Menang untuk Kalah yang mengangkat persoalan pinjol ilegal melalui drama kehidupan sebuah keluarga.

Menurutnya, aspek keluarga penting ditampilkan karena praktik pinjol ilegal dapat memanfaatkan data dan profiling untuk memberikan tekanan kepada korban.

Tekanan tersebut, lanjutnya, tidak hanya dirasakan peminjam, tetapi dapat meluas kepada keluarga, teman, dan lingkungan sosial.

“Para korban pinjol ilegal harus menerima tekanan psikologis yang besar dan tagihan dengan bunga tinggi, bahkan sampai dipermalukan di lingkungannya,” tandas Wamenkomdigi.

Wamen Nezar menilai film tersebut berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari kegiatan literasi digital dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

Pemutaran film dapat disertai diskusi di kampus, komunitas, maupun ruang publik untuk memperluas pembahasan mengenai keamanan digital dan literasi keuangan.

Baca Juga:  Kabar Gembira bagi Insan Pers! Putusan MK: Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana, Wajib Lewat Dewan Pers

Pendekatan tersebut diharapkan membuat pesan mengenai bahaya pinjol ilegal tidak berhenti pada tayangan film, tetapi dilanjutkan dengan pemahaman masyarakat mengenai cara menjaga keamanan data pribadi serta mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.

“Dengan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat, pesan literasi digital dapat lebih mudah dipahami dan didiskusikan,” ujar Nezar Patria.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, industri kreatif, media, komunitas, dan pelaku ekosistem digital dapat memperluas jangkauan edukasi mengenai risiko pinjol ilegal.

Film Menang untuk Kalah dijadwalkan tayang di bioskop pada 14 November 2026. Film tersebut dibintangi Surya Saputra dan Lulu Tobing, serta melibatkan Jujur Prananto sebagai penulis naskah dan Hasto Broto sebagai sutradara.

Editor : Fadli

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB