Iklan Bapenda Sumut
iklan bapenda
HUT RI
Sajian Khusus

Hidup Yang Sekali, Bukanlah Perjalanan Yang Biasa-biasa Saja

Nashrullah
69
×

Hidup Yang Sekali, Bukanlah Perjalanan Yang Biasa-biasa Saja

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Langkatoday.com – Perjalanan yang panjang selalu diawali dengan langkah yang awal, baik itu dimulai dengan persiapan yang matang maupun tanpa persiapan. Air yang hina itu tidak pernah tau bagaimana caranya menjalani kehidupan, pengetahuannya bisa jadi diperoleh lewat kedua orang tuanya, jika tidak, maka dari lingkungannyalah dia belajar. Jika seseorang yang dibesarkan dari lingkungan yang kurang baik dan itu mempengaruhi karakternya, lantas siapakah yang bisa kita salahkan ? dirinya atau lingkungannya ?

Sengaja diciptakan Tuhan makhluk yang sempurna ini dengan adanya akal, tidak diberi-Nya akal ini kepada makhluk-Nya yang lain. Kegunaan akal pun tidak main-main, dia mampu membawa manusia pada derajat yang lebih tinggi daripada malaikat, namun juga bisa membawa pemiliknya pada derajat yang lebih hina daripada iblis. Hidup di dunia tentu bukan sekedar hidup, sebab kefanaan yang semu hanyalah mereka yang tertipu akan gemerlapnya kesenangan yang sesaat. Lalu apakah Tuhan bersikap diam dengan perbuatan mereka ? Tentuk tidak, sudah banyak peringatan Tuhan yang diberikan lewat lisan Nabi-Nya, tetapi mereka lebih memilih hawa nafsunya.

Adapun yang paling dominan pergerakannya dalam perjalanan kehidupan ini adalah nafsu. Manusia umumnya tidak ada yang selamat dari keburukannya, apalah daya seorang manusia yang lemah, yang selalu melakukan kesalahan. Lantas, apakah berbuat kesalahan sebagai kewajaran yang dimaafkan ?. lihatlah bagaimana bentuk kasih sayang Tuhan yang tiada banding, diberi-Nya akal sebagai alat untuk menimbang-nimbang, ini perbuatan baik atau buruk, bagaimana jika aku melakukan ini dan itu, hukum sosial apa yang aku terima jika melakukan ini dan itu. Namun lagi dan lagi manusia selalu tersandung dengan ajakan iblis yang tidak memiliki tanggung jawab dari ajakan buruknya.

Gunanya akal diberikan kepada manusia adalah untuk berfikir, jika tidak dipakai, dengan cara apalagi Tuhan menolong hamba-Nya ?. Itulah ciri khas orang yang memiliki akal yang sehat, selalu menimbang-nimbang antara yang baik dan buruk.

Nilai hidup manusia tidak dilihat dari awal kehidupannya melainkan bagaimana cara dia mengakhirkannya. Bisa jadi awal yang baik berakhir dengan tidak baik, sebaliknya, awal yang tidak baik belum tentu berakhir dengan yang sama, kemungkinan berubah menjadi baik, sebab dia mampu menggunakan akalnya untuk meninggalkan keburukan. Tetapi apakah yang sudah bertaubat mampu meninggalkan kebiasaan lamanya secara totalitas ? inilah kasih sayang yang kedua, diberinya sebuah amanat wajib bagi hamba-Nya untuk mengerjakannya, tentu ini bermanfaat bukan untuk si pemberi perintah, melainkan untuk yang diperintah.

Sholat 5 waktu bukan sekedar ritual keagamaan saja, tetapi untuk menyelamatkan manusia supaya tidak meninggal dalam kegelimangan dosa yang banyak, agar status kehambaan kita dihadapan Tuhan pemilik Alam, tidak hilang (Gus Baha). Bayangkan saja jika kita meninggal di perantauan dan tidak memiliki tanda pengenal, mau kemana jenazah hendak disemayamkan, jika status sosial saja tidak diketahui.

Jika dalam perjalanan kehidupan ini, disengajakan Tuhan hamba-Nya dipertemukan dengan masalah, dan dengan orang-orang yang tidak baik perlakuannya kepadanya, bukan berarti Tuhan tidak sayang kepada kita, melainkan dari sebuah kejadian tersebut, Tuhan ingin melihat bagaimana cara dia mengambil pelajaran. Di dalam keadaan yang lain, Tuhan juga sengaja mempertemukan hamba-Nya yang memiliki status sosial yang biasa-biasa saja, dengan hamba-Nya yang lain, yang lebih tinggi derajat sosialnya. Dengan cara itu, Tuhan ingin melihat bagaimana rasa syukurnya atas skenario-Nya yang tidak terprediksikan.

Sebagai penutup, jika perjalanan hidup diusahakan untuk menjadi lebih baik, akan Tuhan datangkan hamba-hamba terbaik-Nya di muka bumi untuk bertemu padanya. Jika perjalanan hidup ingin dikuatkan, sengaja Tuhan beri segala masalah dan cobaan dalam hidup agar dia menjadi pribadi yang kuat. Berfikir adalah ciri khas manusia yang memiliki akal sehat, sebab orang yang hidup adalah yang berfikir.