Surabaya, Langkatoday.com – Setiap yang disimpan tentu punya alur cerita yang menarik, jika telah waktunya tiba, ia bagaikan ulat yang mengalami evolusi metamorfosis seperti seekor kupu-kupu yang indah, padanya magnet itu begitu kuat untuk memikat bagi siapapun yang melihat.
Kadangkala, peristiwa hari ini tidak tepat untuk diceritakan pada waktu yang bersamaan. Begitu juga dengan pengalaman orang dewasa yang lebih dulu menerima banyak pengalaman dari pada anak kemarin sore. Bisa jadi cerita pengalaman itu lebih dulu disampaikan sebelum menginjaki usia tua, agar generasi muda memiliki arah dan kehati-hatian untuk melangkah lebih baik dari generasi yang telah mendahuluinya.
Kedua photo diatas, sekilas kami semua terlihat sama, style rambut yang cepak, model seragam yang satu warna, dan mungkin bisa jadi kami memiliki berat badan yang hampir sama, itu semua berada dibawah satu komando. Jika melanggar tentu ada konsekuensi yang harus diterima. Pelanggaran bukanlah sebuah kesalahan, barangkali pelanggaran didasari dari sebuah pertanyaan atas ketidaktahuan, Mengapa harus seperti ini ? Apa salahnya jika saya melakukan ini ?.
Tentu bertanya yang kritis tidak selamanya dapat disalahkan, tetapi itu bisa menjadi sebuah kesalahan jika anda tidak berdamai dengan sistem yang lebih dulu ada, sebelum pertanyaan itu ada. Karena sebuah sistem memiliki tujuan, jika itu dibenturkan dengan pertanyaan yang kritis, bisa jadi sistem akan hilang dari tujuannya.
Mari sedikit lebih santaiii….
Ketika itu hari demi hari menuju keberangkatan study tour ke Malaysia dan Padang tinggal beberapa bulan lagi. Pada waktu yg bersamaan bagian bahasa meningkatkan kedisiplinannya menjadi high level. Agar setiap orang tidak sedikitpun yang berbahasa Indonesia, baik dalam situasi dan kondisi apapun, karena mata-mata sudah disebar tanpa diketahui, bahkan teman sekamar pun, menjelma menjadi musuh dalam selimut.
Tentu itu sebuah gebrakan yang luar biasa, tapi bagi mereka, sedangkan bagi kami, tidak ada bedanya dengan datangnya informasi status gawat darurat bencana alam. Pada akhirnya, didapati setengah dari populasi, yang ketahuan berbahasa Indo memilih lebih dahulu untuk rela menghilangkan mahkotanya sebulan sebelum keberangkatan, dengan penuh harap dalam waktu sebulan, rambut kepala akan bisa tumbuh, sehingga bisa diarahkan ke kanan, ke kiri dan kebelakang. Tapi lihat faktanya, rambut kami masih sulit untuk diajak berkerjasama.
Hilangnya rambut kepala, secara tidak langsung kami berkontribusi untuk menambahkan jumlah lampu taman yang kurang pencahayaan, barangkali candaan itu yang sering disematkan kepada si gundul. Usaha demi usaha dilakukan, seperti mengoleskan minyak zaitun ke kepala agar lebih bersinar sesuai harapan wkwkwk, namanya juga usaha.
.jpg)
