Iklan Bapenda Sumut
iklan bapenda
HUT RI
Regional

PGN Pastikan Tak Ada Gas Metana di Lokasi Ledakan Rumah Mewah Medan

Redaksi
824
×

PGN Pastikan Tak Ada Gas Metana di Lokasi Ledakan Rumah Mewah Medan

Sebarkan artikel ini
Penampakan rumah yang terdampak ledakan di Komplek Grand Polonia Medan, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (20/7/2026). (ANTARA FOTO/Humas Brimob Polda Sumut)

Medan, Langkatoday.com – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memastikan tidak ditemukan kandungan gas metana (gas bumi) di lokasi ledakan rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara.

Kepastian tersebut disampaikan setelah tim teknis PGN melakukan pemeriksaan langsung di lokasi kejadian pada Selasa (21/7).

Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan, mengatakan hasil pendeteksian gas menunjukkan angka 0 ppm, baik di lantai satu maupun lantai dua bangunan yang mengalami kerusakan akibat ledakan.

“Berdasarkan hasil deteksi gas yang dilakukan tim PGN bersama pihak berwenang, tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana atau gas bumi di lokasi kejadian,” ujarnya.

Meski demikian, PGN menegaskan belum dapat menyimpulkan penyebab pasti ledakan. Perusahaan masih menunggu hasil penyelidikan resmi yang dilakukan aparat kepolisian.

Agus menyebut PGN akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mendukung proses investigasi sekaligus memantau perkembangan di lapangan.

“Kami menghormati proses penyelidikan yang sedang dilakukan aparat. Penyebab pasti insiden ini akan diketahui setelah hasil investigasi resmi selesai,” katanya.

Evakuasi Difokuskan di Lantai Dua

Sementara itu, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait lainnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan pencarian kini difokuskan pada lantai dua bangunan yang runtuh.

Menurutnya, rumah yang menjadi pusat ledakan merupakan bangunan tiga lantai dan diduga masih terdapat dua korban yang tertimbun di bawah material bangunan.

“Fokus pencarian saat ini berada di lantai dua. Berdasarkan informasi yang kami terima, masih ada dua orang yang diduga berada di area tersebut,” ujar Hery.

Untuk mempercepat proses evakuasi, sekitar 400 personel gabungan diterjunkan ke lokasi dengan dukungan empat unit alat berat guna mengangkat puing-puing bangunan.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian korban masih berlangsung. Aparat kepolisian juga masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti ledakan yang menghancurkan rumah mewah di Kompleks Grand Polonia tersebut.