www.domainesia.com
Berita

Setahun Menjabat, Kinerja Bupati dan Wakil Bupati Langkat Banjir Kritik Pedas: “Nilai di Bawah Nol”

Tim Langkatoday
4641
×

Setahun Menjabat, Kinerja Bupati dan Wakil Bupati Langkat Banjir Kritik Pedas: “Nilai di Bawah Nol”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi by Fadli/Langkatoday.com
channel whastapp langkatoday

Stabat, Langkatoday.com – Genap satu tahun lebih masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Langkat, gelombang ketidakpuasan masyarakat justru memuncak di jagat maya. Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh Langkatoday.com di berbagai platform media sosial (Instagram, TikTok, dan Facebook), mayoritas warga memberikan rapor merah terhadap kinerja Syah Afandin dan Tiorita Br. Surbakti.

Pantauan tim redaksi pada Senin (2/3), ratusan komentar membanjiri unggahan evaluasi kinerja tersebut. Alih-alih mendapatkan angka ideal dalam skala 1-100, para warganet justru memberikan nilai sarkastik mulai dari angka 0, “minus banyak”, hingga angka desimal yang menunjukkan degradasi kepercayaan publik.

Infrastruktur Jalan Jadi Keluhan Utama

Masalah klasik infrastruktur jalan yang rusak parah menjadi sorotan paling tajam. Warga di berbagai kecamatan, mulai dari Secanggang, Binjai, hingga Pematang Jaya, kompak menyuarakan kekecewaan mereka atas janji-janji perbaikan yang tak kunjung terealisasi.

“Jalan lintas kecamatan Secanggang, tepatnya di Desa Kampung Nangka, sudah dari zaman Nabi Adam turun ke bumi belum ada perbaikan, nilai = -0,” tulis salah satu akun di kolom komentar Instagram.

Senada dengan itu, warga di Kecamatan Pematang Jaya bahkan melontarkan kritik ekstrem akibat rasa frustasi.

“Kalau tidak mampu buat jalan kami, lepaskan saja kami ke Aceh Tamiang biar jalan kami bagus,” tulis seorang warga di Facebook.

Kesejahteraan Guru dan Pelayanan Publik

Selain infrastruktur, sektor pelayanan publik dan kesejahteraan tenaga pendidik juga tak luput dari kritik. Seorang guru menyampaikan keluhannya terkait belum disalurkannya hak guru berupa tambahan 100% TPG (Tunjangan Profesi Guru) dan THR 13 yang seharusnya sudah ditransfer dari pemerintah pusat ke daerah.

Masalah kebersihan di Stabat sebagai ibu kota kabupaten pun disorot. Warga mengeluhkan tumpukan sampah yang tidak terangkut dan minimnya fasilitas truk pengangkut sampah yang layak.

Ekspektasi vs Realitas

Meski ada segelintir akun yang menyatakan kepuasan atas capaian UHC (Universal Health Coverage) dan penanganan bencana yang dianggap sigap, suara-suara tersebut tenggelam di tengah ribuan komentar negatif.

Banyak warga menilai penghargaan-penghargaan yang selama ini diterima Pemerintah Kabupaten Langkat tidak berbanding lurus dengan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.

“Sering kulihat dapat penghargaan, tapi tak bermanfaat buat warganya,” ketus salah satu netizen.

Jajak pendapat ini menjadi sinyal keras bagi Bupati dan Wakil Bupati Langkat bahwa sisa masa jabatan mereka harus diisi dengan langkah konkret yang menyentuh akar permasalahan di masyarakat, bukan sekadar seremoni atau janji di atas kertas.

Promo Website Ramadhan