Harga Emas Antam Anjlok Rp 260 Ribu, Pasar Masuki Fase Jenuh Beli

- Pewarta

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Medan, Langkatoday.com – Harga emas mengalami koreksi tajam pada perdagangan Jumat (31/1) setelah mencatat reli signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan ini terjadi seiring kondisi pasar emas yang mulai memasuki fase jenuh beli (overbought).

Berdasarkan data Logam Mulia Antam, harga emas Antam hari ini tercatat sebesar Rp 2.860.000 per gram, turun Rp 260.000 dibandingkan harga sehari sebelumnya yang berada di level Rp 3.120.000 per gram.

Penurunan harga terlihat sejak pagi hari. Pada pembukaan pukul 06.00 WIB, emas Antam masih bertahan di level Rp 3.120.000 per gram, sebelum akhirnya melemah dan turun signifikan hingga pukul 08.30 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga emas dunia ikut terkoreksi

Koreksi harga juga terjadi di pasar global. Harga emas spot dunia tercatat masih menguat 75,13% secara tahunan ke level US$ 4.894,23 per ons troi. Namun, secara harian harga emas justru mengalami pelemahan 8,98%.

Sebelumnya, pada Kamis (29/1) pagi, harga emas dunia sempat mencetak rekor dengan pergerakan mendekati US$ 5.600 per ons troi, sebelum akhirnya ditutup di level US$ 5.375,24 per ons troi. Kondisi tersebut membuat pergerakan harga emas terlihat sangat volatil akibat tekanan aksi ambil untung setelah reli panjang.

Baca Juga:  Viral Demo Pakai BH dan Celana Dalam, Emak-emak Pendukung Jokowi: Biar Dapat Perhatian

Emas dinilai mulai jenuh beli

Ekonom Bright Institute, Yanuar Rizky, menilai penurunan harga emas saat ini tidak terlepas dari kondisi pasar yang telah memasuki area jenuh beli.

“Harga emas ini sudah berada di level jenuh overbought. Namun di sisi lain, bank sentral masih terus melakukan pembelian,” ujar Yanuar kepada Kontan, Jumat (30/1).

Ia menjelaskan, dari sisi pasar derivatif mulai muncul sinyal short pada kontrak berjangka emas, terutama dari ETF berbasis emas yang dikelola oleh hedge fund. Sinyal tersebut mengindikasikan adanya aksi ambil untung setelah lonjakan harga yang agresif.

Namun, kondisi tersebut berlawanan dengan langkah bank sentral global yang justru terus meningkatkan cadangan emas sebagai strategi lindung nilai di tengah meningkatnya risiko gagal bayar surat utang global.

Baca Juga:  Emas Dunia "Gila-Gilaan" Tembus USD 4.700, Ketegangan Greenland Picu Panic Buying Aset

Short covering picu volatilitas

Yanuar juga menyoroti dinamika di pasar berjangka emas yang turut mempercepat pergerakan harga dalam waktu singkat. Menurutnya, posisi jual kosong (short) di bursa berjangka merespons lonjakan permintaan beli, sementara pasokan emas fisik relatif terbatas.

“Kenaikan tajam bulan ini dipicu oleh penutupan posisi short karena tidak tersedianya emas fisik. Hal ini mendorong kenaikan harga emas future akibat penutupan short dengan pembelian di harga marjin,” jelasnya.

Aksi short covering yang masif tersebut membuat harga emas di pasar berjangka sempat melonjak cepat, sebelum akhirnya mengalami koreksi seperti yang terlihat pada perdagangan hari ini.

Meski demikian, Yanuar menilai prospek emas masih cukup solid dalam jangka menengah.

“Volatilitas bisa meningkat akibat posisi ETF. Namun secara struktural, harga emas masih akan bertahan tinggi karena bank sentral tetap menjadi penopang utama permintaan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB