Iskandar ST Layangkan Somasi ke Empat Pihak Usai Jadi Korban Salah Tangkap di Pesawat Garuda

- Pewarta

Jumat, 17 Oktober 2025 - 11:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST

Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST

MEDAN, LANGKATODAY – Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST, resmi melayangkan somasi terhadap empat pihak setelah menjadi korban salah tangkap oleh oknum anggota Satreskrim Polrestabes Medan di dalam pesawat Garuda Indonesia GA-193, Bandara Kualanamu, Rabu malam (15/10/2025).

Melalui kuasa hukumnya dari Q&A Law Office, Qodirun, somasi tersebut ditujukan kepada Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Kapolrestabes Medan, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan, dan Kepala Avsec Bandara Kualanamu.

“Somasi ini merupakan respon atas insiden yang mencederai hak-hak klien kami sebagai warga negara dan penumpang sah Garuda Indonesia,” ujar Qodirun dalam keterangannya, Kamis malam (16/10/2025).

Menurut surat somasi, kejadian bermula ketika petugas Avsec dan kru Garuda meminta Iskandar keluar dari pesawat dengan alasan dugaan terlibat kasus judi online. Namun, tindakan itu dilakukan tanpa surat perintah resmi dan tanpa verifikasi identitas yang akurat.

“Klien kami dipaksa berdiri dan meninggalkan tempat duduknya di hadapan penumpang lain. Hal itu menimbulkan stigma, rasa malu, serta tekanan psikologis yang berat,” jelas Qodirun.

Baca Juga:  44 Kg Sabu Digagalkan di Langkat, Polisi Duga Dikendalikan dari Lapas

Meski petugas sempat meminta maaf secara lisan, tim hukum menilai kerugian immateriil dan pencemaran nama baik telah terjadi, apalagi insiden tersebut sempat tersebar di media sosial.

Iskandar sendiri mengaku kecewa dan akan melaporkan kasus ini ke Propam Polda Sumut.

“Ini fatal. Saya merasa dipermalukan dan diperlakukan seperti teroris hanya karena salah nama,” ujarnya.

Ia menegaskan, kejadian ini bukan sekadar persoalan pribadi, tetapi juga mencoreng citra hukum dan profesionalisme aparat negara.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda
Batam dan Sekitarnya Blackout, Pasokan Air Bersih dan Internet Terganggu
Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Ada Apa dengan Polres Langkat? Sudah Jadi Tersangka Sejak Mei, Kasus KDRT Masih Berkutat di P-19
KPK Kejar Jejak Proyek Ondim, 16 Pihak Swasta Dipanggil Bersamaan

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10 WIB

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:04 WIB

KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Batam dan Sekitarnya Blackout, Pasokan Air Bersih dan Internet Terganggu

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB