4 Tahun Langkatoday
InternasionalSport

Tak Biasa! Ribuan Peserta Ikut Seleksi Balap Sperma Dunia 2026

Tim Langkatoday
334
×

Tak Biasa! Ribuan Peserta Ikut Seleksi Balap Sperma Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Medan, Langkatoday.com – Kompetisi unik bertajuk “Piala Dunia Balap Sperma 2026” kembali menjadi perhatian publik internasional. Ajang yang memperlombakan kecepatan sel sperma manusia ini disebut akan digelar pada Mei 2026 dengan hadiah fantastis mencapai US$100 juta atau sekitar Rp1,7 triliun.

Dilansir dari berbagai sumber internasional, turnamen tersebut akan mempertemukan 128 sampel sperma dari sejumlah negara dalam perlombaan berskala mikroskopis yang berlangsung di laboratorium California, Amerika Serikat.

Dalam kompetisi ini, peserta diwajibkan mengirimkan sampel sperma sesuai prosedur laboratorium yang telah ditentukan panitia. Selanjutnya, sampel akan diseleksi dan dipilih sebelum dipertandingkan di lintasan mikro yang hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop berteknologi tinggi.

Perlombaan dilakukan dengan memantau sel sperma yang bergerak menuju garis akhir. Pemenang ditentukan berdasarkan sperma yang paling cepat mencapai titik finis.

Panitia menjelaskan, waktu tempuh setiap peserta dapat berbeda-beda, mulai dari hitungan detik hingga lebih dari 40 menit, tergantung tingkat motilitas atau kemampuan gerak sperma serta hambatan di lintasan.

“Kecepatan rata-rata sperma manusia diperkirakan sekitar 0,2 inci per menit,” tulis laporan tersebut.

Hingga kini, lebih dari 10 ribu peserta disebut telah mendaftarkan diri dan mengirimkan sampel. Namun, hanya sejumlah peserta terbaik yang akan lolos melalui sistem eliminasi menuju babak utama.

Seluruh pertandingan nantinya akan direkam menggunakan kamera resolusi tinggi dan disiarkan secara daring.

Ajang ini bukan pertama kali digelar. Pada penyelenggaraan perdana tahun 2025 lalu, pemenang berhasil mencatatkan waktu sekitar 1 menit 3 detik untuk mencapai garis finis.

Meski terdengar unik dan tidak biasa, penyelenggara menyebut kompetisi ini memiliki tujuan edukatif, yakni meningkatkan kesadaran publik terhadap isu kesuburan pria yang dinilai semakin menurun secara global.

“Ini tentang menjadikan isu kesuburan pria sebagai sesuatu yang dibicarakan dan diperhatikan masyarakat,” ujar pihak panitia dalam keterangannya.

Data yang dipaparkan panitia menunjukkan bahwa konsentrasi sperma rata-rata pria di dunia mengalami penurunan signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Dari tahun 1973 hingga 2018, jumlah rata-rata konsentrasi sperma global disebut turun dari 101 juta menjadi 49 juta per mililiter.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut sekitar 7 hingga 15 persen pria di dunia mengalami masalah kesuburan. Bahkan, satu dari enam pasangan dilaporkan mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan.