Menteri Zulhas Ngaku Kurang Tidur karena Perang Amerika – Israel Vs Iran

- Pewarta

Rabu, 1 April 2026 - 10:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengatakan susah tidur selama perang Iran vs Israel. Dia mengatakan serangan Israel-AS ke Iran tidak manusiawi.

Hal tersebut disampaikan Zulhas saat memberikan sambutan dalam Rakernas I PAN di Jakarta Selatan, Selasa (31/3).

“Saya kadang-kadang, Pak Hatta, susah tidur kalau lihat Amerika-Israel nyerang Iran itu, enggak bisa tidur. Di luar apa, di luar nalar. Di luar batas-batas kita sebagai manusia. Saya kira biadab gitu,” kata Zulhas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, situasi kemanusiaan di Palestina, khususnya Gaza, juga menimbulkan kegelisahan yang sama. Ia mengaku hanya bisa merespons kondisi tersebut dengan doa.

“Kita tidak bisa apa-apa, kecuali doa. Itu membuat kami tidak tidur, susah tidur,” ujarnya.

Baca Juga:  AC Muhammadiyah Resmi Diluncurkan: Bikin Sejuk Dunia Akhirat!

Zulhas juga menyoroti dampak konflik global yang kian meluas ke berbagai kawasan, mulai dari Eropa, Timur Tengah, hingga Asia.

Dia menilai sejumlah negara sudah mulai merasakan imbasnya, termasuk dalam sektor energi.

“Kalau kita lihat lagi Pakistan, India sudah mulai mengular (antrean BBM). Bahkan gelap. Kalau yang Amerika Latin ada gelap, sedang naik sepeda, karena sudah tidak ada bensin ya,” tegas dia.

“Kita tidak tahu kapan akan berakhir, keadaannya seperti ini. Australia yang kuat dan hebat juga sekarang sudah melepas cadangan darurat petrol dan diselnya,” tambahnya.

Zulkifli mengajak masyarakat untuk tetap bersikap optimistis di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Baca Juga:  524 Kali Gelar Pasar Murah, Tapi Inflasi Sumut Tertinggi di Indonesia: Efektif atau Sekadar Seremonial?

Ia menilai, arah kepemimpinan Prabowo Subianto sudah dirancang dengan visi jangka panjang, khususnya dalam upaya memperkuat kemandirian bangsa.

Menurutnya, langkah menuju swasembada pangan dan energi menjadi kunci agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor.

Ia mengakui, gagasan tersebut sempat dianggap tidak realistis oleh sebagian pihak. Namun, kondisi selama ini justru membuat bangsa terlena dengan kemudahan impor.

Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai strategi utama dalam memperkokoh struktur ekonomi nasional.

Program-program ini dinilai bukan sekadar wacana, melainkan fondasi yang kini mulai diwujudkan secara konkret, termasuk melalui kementerian yang berada di bawah koordinasinya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB