Korban Tewas Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Sumatera Tembus 914 Jiwa

- Pewarta

Minggu, 7 Desember 2025 - 09:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Foto udara kondisi bendungan Jambo Aye pasca banjir bandang di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Sabtu (6/12/2025). (Foto: Antara/Syifa Yulinnas)

Foto udara kondisi bendungan Jambo Aye pasca banjir bandang di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Sabtu (6/12/2025). (Foto: Antara/Syifa Yulinnas)

JAKARTA, LANGKATODAY – Bencana alam bertubi-tubi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) terus meninggalkan luka mendalam. Data terbaru mencatat, jumlah korban meninggal dunia telah melonjak tajam hingga mencapai 914 jiwa.

Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, dalam konferensi pers resmi yang digelar di Jakarta, Sabtu (6/12) pukul 17.00 WIB.

Konferensi pers tersebut bertajuk “Update Penanganan Bencana Banjir dan Longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat” dan disiarkan secara daring untuk publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Total korban meninggal dunia hingga hari ini, Sabtu, 6 Desember 2025, telah mencapai 914 jiwa dari tiga provinsi terdampak,” ujar Abdul Muhari dengan nada prihatin.

Baca Juga:  Hotline Tak Ada, Informasi Gelap! BPBD Langkat Disebut Gagal Total Tangani Banjir

Ratusan Korban Masih Hilang, Operasi Pencarian Dikebut

Selain tingginya angka korban meninggal, BNPB juga mencatat 389 orang masih dinyatakan hilang. Proses pencarian terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan.

“Sebanyak 389 orang masih dalam status hilang dan saat ini terus dilakukan upaya pencarian,” tambahnya.

Operasi pencarian melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan dan warga setempat. Tim penyelamat menghadapi tantangan berat akibat tebalnya lumpur, medan terjal, serta longsoran susulan yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Meski peluang menemukan korban dalam kondisi selamat semakin menipis seiring waktu, tim di lapangan tetap menjadikan harapan keluarga korban sebagai semangat utama.

Aceh Paling Parah, Disusul Sumut dan Sumbar

BNPB membeberkan rincian jumlah korban meninggal di tiap provinsi:

  • Aceh: 359 jiwa
  • Sumatera Utara: 329 jiwa
  • Sumatera Barat: 226 jiwa
Baca Juga:  Akses Bandara Terhambat! Tol Sedyatmo Tergenang Banjir, Jasa Marga Kerahkan Pompa Tambahan

Aceh menjadi wilayah dengan korban terbanyak. Faktor curah hujan ekstrem, kondisi tanah labil, dan kawasan rawan longsor diduga menjadi penyebab utama tingginya jumlah korban. Sumatera Utara dan Sumatera Barat juga mengalami kerusakan infrastruktur yang masif, mulai dari jembatan roboh, akses jalan terputus, hingga terisolasinya sejumlah desa.

Pemerintah Diminta Percepat Mitigasi Bencana

Di tengah situasi darurat ini, pemerintah pusat dan daerah didesak untuk tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang.

BNPB menegaskan bahwa operasi pencarian dan distribusi bantuan akan terus ditingkatkan hingga seluruh wilayah terdampak benar-benar tertangani.

Bencana ini disebut sebagai salah satu tragedi alam paling mematikan yang melanda Pulau Sumatera dalam beberapa tahun terakhir.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB