Jatam Soroti Konsesi Hutan Perusahaan Milik Prabowo di Lokasi Banjir Aceh

- Pewarta

Rabu, 24 Desember 2025 - 21:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangan dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2026). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangan dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2026). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Aceh, Langkatoday.com – Jaringan Advokasi Tambang Nasional (Jatam) menyoroti keterkaitan antara bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dengan aktivitas industri berbasis konsesi lahan di kawasan hulu.

Koordinator Nasional Jatam, Melky Nahar, menyampaikan bahwa wilayah terdampak bencana berada di sekitar kawasan konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikelola PT Tusam Hutani Lestari. Perusahaan tersebut diketahui menguasai sekitar 97 ribu hektare lahan yang tersebar di Aceh Tengah hingga Aceh Utara.

Menurut Jatam, kawasan konsesi tersebut juga berdampingan dengan puluhan izin usaha pertambangan lain, termasuk yang disebut tumpang tindih dengan izin PT Linge Mineral Resources. Kondisi ini dinilai berpotensi memperbesar tekanan ekologis di wilayah hulu sungai.

Melky menjelaskan, alih fungsi hutan yang sebelumnya merupakan hutan adat menjadi kebun industri pinus dalam skala besar berisiko mengurangi tutupan hutan dan merusak daerah tangkapan air. Akibatnya, kemampuan alam dalam menahan limpasan air hujan ekstrem menjadi melemah.

“Kerusakan tutupan hutan di wilayah hulu sungai berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir dan longsor,” kata Melky dalam keterangannya.

Temuan Jatam tersebut memicu beragam tanggapan publik, terutama karena PT Tusam Hutani Lestari diketahui memiliki keterkaitan dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Isu penguasaan lahan berskala besar oleh Prabowo sebelumnya juga pernah mencuat dalam sejumlah debat pemilihan presiden, termasuk pada Pilpres 2019 dan 2024.

Baca Juga:  Kelima Kalinya Turun ke Bencana, Prabowo Kirim Pesan Kepemimpinan Lapangan

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Prabowo menyatakan bahwa lahan yang dimaksud berstatus Hak Guna Usaha (HGU) dan menegaskan kesediaannya untuk mengembalikan kepada negara apabila diperlukan.

Jatam menilai, bencana ekologis yang terjadi di Aceh perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk mengevaluasi tata kelola konsesi hutan dan pertambangan. Mereka mendorong pemerintah melakukan peninjauan ulang izin-izin usaha di kawasan rawan bencana guna mencegah dampak lingkungan yang lebih luas serta melindungi keselamatan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB