Ironis! DJP Sumut II Siantar Sidak Massa: Rakyat Disuruh Taat Pajak, Instansi Diduga Abai BPJS Pekerja

- Pewarta

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Pematangsiantar, Langkatoday.com – Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wilayah II Sumatera Utara di Pematangsiantar mendadak riuh. Lembaga yang biasanya menagih kepatuhan pajak masyarakat ini justru digeruduk massa dari Dewan Peduli Negeri bersama pihak BPJS Ketenagakerjaan dalam sebuah inspeksi mendadak (sidak), Selasa (12/05).

Sidak tersebut mengungkap dugaan pelanggaran serius: institusi negara ini diduga tidak mendaftarkan seluruh pekerjanya ke dalam program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

“Standar Ganda” Birokrasi

Temuan ini sontak memicu kemarahan massa aksi. Mereka menilai DJP Sumut II mempertontonkan standar ganda yang memalukan; di satu sisi menuntut masyarakat patuh aturan pajak, namun di sisi lain diduga melanggar undang-undang ketenagakerjaan.

“Ini sangat memalukan. Rakyat dipaksa patuh bayar pajak, tetapi lembaga negara sendiri diduga lalai menjalankan kewajibannya terhadap pekerja. Bagaimana masyarakat mau percaya kalau institusi pemerintah saja melanggar aturan?” teriak salah satu orator di depan kantor DJP.

Hak Dasar Pekerja Terabaikan

Massa aksi menegaskan bahwa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bukanlah pilihan, melainkan kewajiban mutlak instansi untuk menjamin keselamatan dan perlindungan tenaga kerja. Ketidakhadiran jaminan sosial ini dianggap sebagai bentuk kegagalan moral birokrasi di lingkungan instansi vertikal pusat.

“Jangan hanya masyarakat yang ditekan untuk taat aturan, sementara internal sendiri diduga abai terhadap hak tenaga kerja,” tegas perwakilan Dewan Peduli Negeri.

Baca Juga:  Pemkab Langkat Dorong Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk Seluruh Pekerja

Tuntut Audit Menkeu

Dalam aksinya, massa menyampaikan beberapa tuntutan krusial:

  1. Mendesak Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak Pusat segera melakukan audit menyeluruh terhadap sistem pengelolaan tenaga kerja di DJP Wilayah II Sumut.
  2. Meminta seluruh pekerja yang belum terdaftar segera dimasukkan ke program BPJS Ketenagakerjaan tanpa pengecualian.
  3. Meminta pemeriksaan terhadap pejabat yang bertanggung jawab atas dugaan kelalaian tersebut.

Hingga sidak berakhir, dugaan pelanggaran ini menjadi buah bibir warga Pematangsiantar yang menyaksikan aksi tersebut.

Publik kini menunggu klarifikasi resmi dari pihak DJP Wilayah II Sumatera Utara terkait komitmen mereka dalam menjalankan aturan yang selama ini mereka gaungkan kepada masyarakat luas.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku
HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda
Batam dan Sekitarnya Blackout, Pasokan Air Bersih dan Internet Terganggu
Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Ada Apa dengan Polres Langkat? Sudah Jadi Tersangka Sejak Mei, Kasus KDRT Masih Berkutat di P-19

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10 WIB

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:04 WIB

KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Batam dan Sekitarnya Blackout, Pasokan Air Bersih dan Internet Terganggu

Terbaru