www.domainesia.com
BeritaHukum

Walhi Sumut “Semprot” Polres Langkat: Penegakan Hukum Lingkungan Terburuk, Polisi Takut Mafia Mending Jadi Petani!

Tim Langkatoday
3603
×

Walhi Sumut “Semprot” Polres Langkat: Penegakan Hukum Lingkungan Terburuk, Polisi Takut Mafia Mending Jadi Petani!

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Bahorok, Langkatoday.com – Kritik pedas menghujam jajaran Polres Langkat terkait mandulnya penanganan aktivitas tambang pasir dan batu (Galian C) ilegal di Dusun Seleles, Desa Sematar, Kecamatan Bahorok.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara secara blak-blakan menyebut kinerja Satreskrim Polres Langkat sangat memprihatinkan dalam menindak perusak lingkungan.

Manager Advokasi dan Kampanye Walhi Sumut, Jaka Kelana Damanik, memberikan catatan merah atas kepemimpinan di wilayah hukum tersebut.

Rapor Merah Penegakan Hukum

“Penegakan hukum lingkungan di Kabupaten Langkat merupakan salah satu yang terburuk di Sumatera Utara,” tegas Jaka dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/2).

Walhi menilai kepolisian seolah tidak berdaya, atau bahkan terkesan enggan menyentuh aktivitas Galian C yang telah menghancurkan lahan warga akibat abrasi. Jaka pun melontarkan ultimatum keras kepada para anggota polisi yang merasa tidak sanggup menghadapi mafia tambang.

“Apabila pihak kepolisian tidak sanggup melakukan penegakan hukum terhadap Galian C tersebut, lebih baik mundur dari institusi kepolisian dan menjadi petani saja,” serunya dengan nada tinggi.

Aroma “Bocor” dan Dugaan Beking Oknum

Kekecewaan Walhi semakin diperkuat dengan adanya dugaan “main mata” antara oknum petugas dengan pengusaha tambang. Spekulasi ini muncul setelah beredarnya video yang memperlihatkan keberadaan anggota Polsek Bahorok di lokasi sebelum tim Polres Langkat turun.

Anehnya, saat tim Polres tiba untuk melakukan penindakan, lokasi tersebut mendadak sepi seolah rencana penggerebekan telah bocor. Alat berat (ekskavator) dan truk pengangkut yang biasanya beroperasi masif hilang tanpa bekas.

“Tidak mungkin Galian C ilegal terus berlangsung tanpa oknum yang menjadi beking. Tidak masuk akal jika kepolisian setempat tidak mengetahui masuknya alat berat dan truk dalam rentang waktu yang panjang,” beber Jaka.

Kapolres Langkat Bungkam

Hingga berita ini diterbitkan, publik belum mendapatkan penjelasan resmi dari pimpinan kepolisian setempat. Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, dilaporkan masih bungkam seribu bahasa. Upaya konfirmasi yang dilayangkan awak media sejak Senin (2/2) lalu tidak membuahkan hasil.

Sikap diam orang nomor satu di Polres Langkat ini kian memperkuat keraguan masyarakat akan keseriusan institusi kepolisian dalam membongkar praktik kolusi di level bawah serta melindungi ekosistem di Kecamatan Bahorok dari ancaman tambang ilegal.