Jakarta, Langkatoday.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, bergerak cepat mengklarifikasi isu mengenai menipisnya cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut hanya tersisa untuk 20 hari. Pernyataan tersebut sempat memicu kekhawatiran akan terjadinya aksi borong (panic buying) di tengah masyarakat.
Bahlil menegaskan bahwa angka tersebut bukanlah tanda krisis, melainkan batasan teknis dari infrastruktur penyimpanan yang dimiliki Indonesia sejak lama.
Standar Cadangan 25 Hari Adalah Hal Lumrah
Menurut Bahlil, kapasitas fasilitas penyimpanan (storage) minyak di Indonesia memang dirancang maksimal untuk menampung pasokan selama 25 hari. Kondisi ini sudah berlangsung sejak dahulu dan bukan merupakan penurunan performa mendadak.
“Kemampuan storage kita sejak dahulu kala memang kapasitas tampungnya hanya 25 hari. Dari dulu ini, bukan baru sekarang. Saat ini stok kita di angka 23 hari, artinya standar kepemilikan minyak kita aman. Supply lancar,” ujar Bahlil di Jakarta Barat, Jumat malam (6/3).
Strategi Switch Pasokan: Alihkan Impor ke Amerika dan Brasil
Menanggapi memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah (Timteng), pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi agar pasokan minyak mentah (crude) tidak terganggu. Meskipun 20-25% kebutuhan minyak mentah Indonesia berasal dari Timteng, Bahlil memastikan Pertamina telah mengalihkan sumber pasokan.
“Kami sudah switch. Pasokan yang biasa dari Middle East, kita ambil dari Amerika, Nigeria, dan Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying,” tegas Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Bensin dan Solar: Mandiri dan Aman dari Konflik Global
Bahlil merinci bahwa ketahanan energi Indonesia untuk jenis bahan bakar tertentu sangat kuat:
- Solar: Indonesia sudah mampu memproduksi secara penuh di dalam negeri.
- Bensin: Impor bensin Indonesia mayoritas berasal dari Singapura dan Malaysia, serta didukung oleh kilang dalam negeri, sehingga tidak terdampak langsung oleh konflik di Timur Tengah atau Afrika.
Menteri ESDM optimistis bahwa meskipun perang di Timur Tengah berkecamuk, dampaknya terhadap keuangan negara dan pasokan energi nasional tetap terkendali. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan.
“Insha Allah, kondisi kita aman. Jangan dengar provokasi atau misinformasi,” pungkasnya.
.png)






