Bahlil Lahadalia Sengsarakan Rakyat

JAKARTA (Langkatoday)Kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait penjualan tabung gas LPG 3 kg per 1 Februari 2025 tidak dapat lagi dilakukan di tingkat pengecer, mengundang protes publik.

Sebabnya masyarakat yang ingin membeli gas LPG 3 kg harus ke pangkalan yang berada di berbagai daerah yang sudah terdaftar, sehingga memunculkan antrean dimana-mana.

Baca Juga:  Resmi! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

Di media sosial X tidak sedikit warganet yang bersuara keras agar Presiden Prabowo Subianto mencopot Bahlil karena kebijakannya telah menyusahkan rakyat.

Baca Juga:  Mendagri Diminta Tertibkan Pj Kepala Daerah yang Cawe-cawe di Pilkada 2024

“Bahlil menteri paling konslet: Larang pengecer jual LPG 3kg, tapi tak ada pangkalan baru di tiap kampung,” tulis akun @oposanvoice dikutip Selasa 4 Februari 2025.

Karena dampak kebijakan Bahlil membuat rakyat sengsara karena harus pergi jauh dan antre untuk memperoleh gas melon.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet, Budi Arie Setiadi Digantikan Ferry Juliantono

“Pejabat ini layak dicopot oleh @prabowo!” sambungnya.

Unggahan @oposanvoice banyak ditanggapi warganet lainnya.

“Bahlil mau menjatuhkan Pak Prabowo sepertinya,” komentar @SutanSI27405740.

www.domainesia.com
Tutup
www.domainesia.com