Logo ASKINDO Keliru di Pra-Rapim Kadin Langkat, Edi Imam Munandar Protes: Jangan Terulang
Stabat, Langkatoday.com – Polemik logo mewarnai pelaksanaan Pra Rapat Pimpinan (Rapim) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Langkat yang digelar di Stabat, Kamis (13/8) lalu.
Ketua DPK Asosiasi Kontraktor Seluruh Indonesia (ASKINDO) Kabupaten Langkat, Edi Imam Munandar, S.Sos, memprotes penggunaan logo ASKINDO dalam materi kegiatan yang menurutnya justru menampilkan identitas ASKINDO (Asosiasi Kakao Indonesia).

Persoalan tersebut menjadi perhatian Edi karena ASKINDO yang dipimpinnya merupakan organisasi profesi yang menaungi para kontraktor, bukan organisasi yang bergerak di bidang kakao.
“Ini jangan sampai terulang lagi pada acara Rapim Kadin nanti. Kami tentu sangat menyayangkan adanya kesalahan penggunaan logo tersebut,” ujar Edi.
Menurut Edi, persoalan logo bukan sekadar masalah tampilan atau desain. Identitas organisasi yang dicantumkan dalam sebuah kegiatan resmi harus diperhatikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, terlebih kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi dan pelaku usaha.
Ia mengaku merasa malu ketika mengetahui logo ASKINDO yang tercantum dalam materi kegiatan tidak sesuai dengan organisasi yang dipimpinnya.
Bahkan, Edi mengungkapkan dirinya sempat mendapat teguran dari Ketua DPN ASKINDO , yang juga merupakan Dewan Pertimbangan Kadin Langkat.
“Terus terang saya malu. Saya juga sempat ditegur oleh Ketua DPN ASKINDO. Karena itu saya berharap pada Rapim nanti hal seperti ini tidak terjadi lagi,” katanya.
Minta Kadin Lebih Teliti
Edi berharap panitia maupun pihak yang bertanggung jawab terhadap materi publikasi kegiatan Kadin Langkat dapat lebih teliti dalam mencantumkan identitas organisasi.
Menurutnya, terdapat perbedaan yang jelas antara Asosiasi Kontraktor Seluruh Indonesia (ASKINDO) dengan Asosiasi Kakao Indonesia (ASKINDO), meskipun keduanya menggunakan singkatan yang sama.
Karena itu, ia meminta agar penggunaan logo, nama dan identitas organisasi diperiksa terlebih dahulu sebelum dipublikasikan dalam spanduk maupun materi resmi kegiatan.
“Kami tidak ingin persoalan ini menjadi panjang. Intinya, ke depan harus lebih teliti. Jangan sampai organisasi kami kembali menggunakan logo organisasi lain,” tegas Edi.
Pra-Rapim Kadin Kabupaten Langkat sendiri menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Rapim Kadin Langkat 2026. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan organisasi dan pelaku dunia usaha.
Bagi Edi, momentum tersebut seharusnya sekaligus menjadi ruang memperkuat komunikasi antarorganisasi dunia usaha. Kesalahan identitas seperti penggunaan logo, menurutnya, perlu menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terjadi pada agenda resmi berikutnya.
“Kita ingin Rapim Kadin nanti berjalan baik. Jangan sampai hal kecil seperti kesalahan logo justru menimbulkan persoalan. Cukup ini menjadi evaluasi bersama,” pungkasnya.









