Google Respon Soal Kesalahan Informasi Nilai Tukar Rupiah yang Menghebohkan

JAKARTA (Langkatoday) Google mengatakan kesalahan informasi nilai tukar dari rupiah ke dolar Amerika Serikat (AS) pada hasil pencarian di Google Search berasal dari data konversi pihak ketiga. Diketahui, rupiah berada pada level 8.170,65 dan menghebohkan masyarakat lantaran menguat signifikan.

“Kami menyadari adanya masalah yang mempengaruhi informasi nilai tukar Rupiah (IDR) di Google Search. Data konversi mata uang berasal dari sumber pihak ketiga,” kata perwakilan Google dalam keterangan tertulis pada Sabtu (1/2).

Baca Juga:  Said Didu Dipolisikan usai Kritik Proyek PIK 2, Din Syamsuddin: WNI yang Kritis Dikriminalisasi

Setelah menerima laporan ketidakakuratan, Google telah meminta penyedia data untuk segera memperbaiki kesalahan informasi tersebut. 

“Ketika kami mengetahui ketidakakuratan, kami menghubungi penyedia data untuk memperbaiki kesalahan secepat mungkin,” kata perwakilan Google.

Google pada Sabtu sore, mengalami masalah terkait tampilan nilai tukar dari rupiah ke dolar Amerika Serikat (AS) yang berada di level 8.170,65.

Baca Juga:  Pemerintah Siapkan Aturan Pembatasan Media Sosial untuk Anak Usia 13–16 Tahun Mulai Maret 2026

Pantauan pada Sabtu sore, hal tersebut masih terus terjadi, nilai tukar rupiah masih berada pada level 8.170. Tidak hanya itu saja, ketika tim memilih mata uang lain, seperti Euro, nilai tukar berada pada level 8.348,50 alih-alih Rp 16.889.

Pada Jumat (31/1), nilai tukar rupiah (kurs) pada penutupan perdagangan hari itu melemah 49 poin atau 0,30 persen menjadi Rp 16.305 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.257 per dolar AS.

Baca Juga:  Ngogesa Sitepu, Mantan Bupati Langkat Dua Periode, Tutup Usia

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat turut melemah ke level Rp 16.312 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp 16.259 per dolar AS. (**)

www.domainesia.com
Tutup
www.domainesia.com