Jakarta, Langkatoday.com – Aksi aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, menjadi sorotan publik. Aksi yang berlangsung pada Selasa (20/10) itu turut diikuti lonjakan pencarian terkait Greenpeace di Google Trends.
Dalam aksinya, sejumlah aktivis, yang sebagian besar merupakan perempuan, membentangkan spanduk berisi kritik terhadap penanganan krisis iklim dan meningkatnya biaya hidup di Indonesia.
Salah satu spanduk bertuliskan, “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”. Sementara spanduk lainnya memuat pesan, “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui aksi tersebut, Greenpeace mendesak pemerintah agar lebih serius menangani krisis iklim, termasuk persoalan lingkungan yang terjadi di Kalimantan dan sejumlah wilayah lainnya.
Perhatian publik terhadap Greenpeace juga terlihat dari data Google Trends yang disebut mencatat lonjakan pencarian pada Rabu (21/10).
Kata kunci “Greenpeace” dilaporkan mengalami peningkatan minat pencarian hingga 900 persen, dengan volume penelusuran yang disebut melampaui 10 ribu pencarian.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, pencarian mengenai Greenpeace bahkan dilaporkan meningkat hingga 5.000 persen.

Sejumlah kata kunci lain turut mengalami peningkatan pencarian, di antaranya “Greenpeace Indonesia”, “Bundaran HI”, “Greenpeace adalah”, dan “aktivis Greenpeace”.

Meski demikian, data Google Trends menunjukkan perubahan minat pencarian, bukan secara langsung mengungkap alasan setiap pengguna melakukan penelusuran. Karena itu, lonjakan tersebut perlu dibaca sebagai indikasi meningkatnya perhatian publik terhadap isu Greenpeace, bukan bukti bahwa seluruh pencarian dipicu oleh satu peristiwa.
Aktivis Dibawa ke Polda Metro Jaya
Aksi di Bundaran HI berlangsung ketika para aktivis memanjat Patung Selamat Datang dan membentangkan dua spanduk berukuran besar. Greenpeace menyatakan aksi tersebut merupakan bentuk desakan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar lebih serius menangani persoalan lingkungan dan krisis iklim.
Setelah aksi berlangsung, petugas meminta para aktivis turun dengan bantuan personel pemadam kebakaran. Sejumlah aktivis kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.
Pemeriksaan terhadap para aktivis dilaporkan selesai pada Selasa malam (20/10). Mereka kemudian dibebaskan.
Aksi ini kembali menempatkan isu krisis iklim dan biaya hidup dalam perbincangan publik. Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat, tuntutan mengenai penanganan bencana lingkungan dan kebijakan pemerintah menjadi bagian dari isu yang mengemuka setelah aksi tersebut.
Editor : Fadli













Komentar