Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

- Pewarta

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Presiden Prabowo Subianto dinilai lebih mengutamakan kerja nyata dibandingkan membangun citra di hadapan publik. Hal itu tercermin dari sejumlah capaian pembangunan, termasuk pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai tetap terjaga.

Jurubicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mengatakan pihaknya menghormati hasil survei Parameter Politik Indonesia (PPI) yang mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo mencapai 65,4 persen.

Meski demikian, Sugiat menilai kinerja pemerintah perlu dilihat secara objektif melalui indikator pembangunan, bukan semata-mata persepsi publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pak Prabowo ini tidak membangun pemerintahannya berbasis pencitraan. Dia tidak terlalu peduli dengan basa-basi pesan. Mungkin ini katakanlah bisa menjadi kekuatan sekaligus kelemahan beliau,” kata Sugiat, Senin (19/10).

Ia mencontohkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang, berdasarkan data yang disampaikannya, mencapai 5,29 persen pada semester II 2026. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan perekonomian nasional masih berada pada jalur yang baik dibandingkan sejumlah negara lain.

Baca Juga:  Kompolnas Desak Polda Sumut Tahan 5 Tersangka Dugaan Korupsi PPPK Kabupaten Langkat

Sugiat juga menyoroti kontribusi konsumsi masyarakat terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, besarnya kontribusi tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam melihat kondisi daya beli masyarakat.

Lebih lanjut, Sugiat memandang penilaian terhadap kinerja pemerintahan saat ini tidak terlepas dari dinamika pembentukan opini publik di era digital.

Menurutnya, persepsi masyarakat tidak selalu terbentuk berdasarkan angka-angka pembangunan, tetapi juga dipengaruhi potongan video, konten media sosial, dan narasi yang beredar di ruang digital.

“Satu konten yang diposting katakanlah netizen itu bisa mempengaruhi opini publik walaupun sesungguhnya itu bukan fakta sebenarnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung, Pakai Rompi Pink dan Tangan Terborgol

Karena itu, Sugiat menekankan pentingnya menilai pemerintahan Prabowo secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian pembangunan dan indikator ekonomi, di samping hasil survei persepsi masyarakat.

Sementara itu, survei PPI yang dilaksanakan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026 mencatat 62,3 persen responden menyatakan puas dan 2,9 persen sangat puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo.

Dalam pemetaan program pemerintah, bantuan sosial menempati posisi teratas sebagai program yang dinilai paling baik oleh masyarakat. Berikutnya adalah Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), program sekolah gratis hingga perguruan tinggi, serta cek kesehatan gratis.

Survei tersebut melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 2,83 persen.

Editor : Fadli

Sumber Berita: RMOL

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla

Terbaru

Nasional

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Okt 2026 - 14:00 WIB

Nasional

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Senin, 19 Okt 2026 - 13:53 WIB

Sajian Khusus

33 Ribu Orang Menganggur di Langkat, Lulusan SMA Terbesar

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:50 WIB