Menuju Revisi RUU Polri, Ini Respon Ketua PB HIMALA untuk Oknum Personil Polres Langkat yang Nakal

- Pewarta

Kamis, 17 April 2025 - 15:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT (Langkatoday) – Belum selesai terkait RUU TNI, kini pembahasan RUU Polri lagi hangat menjadi perbincangan ditengah-tengah masyarakat.

Dikutip dari media TribunNews.com (16/04), Presiden RI Probowo Subianto turut memastikan bahwa pembahasan revisi UU Polri akan dilakukan secara terbuka dan melibatkan partisipasi publik. Presiden Prabowo memastikan RUU yang akan dibahas bersama dengan DPR akan melibatkan lebih banyak tokoh, dan naskah RUU-nya akan diungkap kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut Revisi UU Polri tidak akan dibahas dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Presiden Korsel Terancam Mati

Terlepas dari hal tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Langkat, Muhammad Wahyu Hidayah, S.H menilai bahwa rencana pembahasaan revisi UU Polri ini harus melalui observasi dan menyerap aspirasi masyarakat, baik dari kalangan ahli maupun masyarakat awam.

Wahyu menambahkan DPR RI juga harus mempertimbangkan adanya oknum-oknum polri nakal yang hari ini masih melakukan tindakan-tindakan diluar tugasnya sebagai pengayom masyarakat, seperti yang terjadi di Kab. Langkat.

“Saya menyambut baik jika rencana dari Revisi UU Polri ini bertujuan untuk memperbaiki penegakan hukum agar berjalan semakin baik, Namun DPR RI harus melakukan observasi yang lebih mendalam terkait adanya oknum-oknum Polri nakal yang mungkin memanfaatkan kesempatan ini untuk hal-hal diluar tugasnya sebagai personil Polri. Seperti halnya berita yang sempat beredar terkait adanya dugaan oknum personil Polres Langkat yang ikut dalam Fee Proyek 100Jt di dinas PUTR di masa kepemimpinan Pj Bupati Langkat H.Faisal Hasrimy”.

Baca Juga:  Isu Mundurnya Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR Menguat, PAN Masih Bahas Internal

Wahyu juga menegaskan bahwa permasalahan ini harus menjadi perhatian nasional, baik DPR RI maupun khususnya Institusi Polri, agar citra baik Polri tidak tecederai dengan adanya oknum-oknum polisi nakal tersebut. (rel)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode
Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Rocky Gerung Tantang Pengkritiknya soal Wantimpres: Tunggu 10 Tahun, Kalian Bakal Minta Maaf!
Pernah Dipecat PDIP, Bobby Nasution Kini Tegaskan Bertahan di Gerindra

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:14 WIB

Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:18 WIB

PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik

Terbaru