Kabut Asap Makin Parah, Malaysia Tempuh Jalur Diplomatik ke Indonesia

- Pewarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Pemerintah Malaysia mulai mengambil langkah diplomatik menyikapi memburuknya kabut asap, terutama di wilayah Sarawak yang berbatasan langsung dengan Kalimantan, Indonesia.

Kabut asap dalam beberapa hari terakhir dilaporkan menyelimuti sejumlah kawasan di Sarawak.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Malaysia menyebut asap yang melintasi wilayah perbatasan tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan mengatakan pemerintah Malaysia memandang serius persoalan kabut asap lintas batas tersebut.

Malaysia bahkan berencana menyampaikan kekhawatirannya melalui jalur diplomatik kepada pemerintah Indonesia.

Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES) Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, disebut akan mengirim surat kepada Menteri Lingkungan Hidup RI. Persoalan tersebut juga akan dibawa ke tingkat Sekretariat ASEAN.

“Malaysia akan menggunakan mekanisme ASEAN untuk memastikan koordinasi bersama antara Malaysia dan Indonesia dalam menangani akar penyebab kebakaran hutan yang berkontribusi terhadap polusi udara lintas batas,” kata Mohamad Hasan, dikutip dari media Malaysia.

Menurutnya, surat tersebut akan disampaikan kepada Sekretaris Jenderal ASEAN dalam waktu dekat agar persoalan kabut asap lintas batas dapat segera ditindaklanjuti melalui mekanisme regional.

API Serian Capai 242

Kekhawatiran Malaysia semakin meningkat setelah kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak mengalami penurunan.

Baca Juga:  Eks Pejabat PT Inalum Ajukan Nota Perlawanan, Dante Sinaga Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Cermat

Data Sistem Manajemen Indeks Pencemar Udara Malaysia (APIMS) menunjukkan angka Indeks Pencemar Udara (API) di stasiun pemantau kawasan Serian mencapai 242 pada pukul 06.00 waktu setempat.

Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.

Serian merupakan salah satu wilayah Sarawak yang berada relatif dekat dengan kawasan perbatasan Malaysia-Indonesia.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan kabut asap dan partikulat halus dapat berdampak lebih serius terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Persoalan kabut asap lintas batas ini pun kembali menunjukkan pentingnya kerja sama Indonesia dan Malaysia dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Ribuan Hotspot Terdeteksi di Kalimantan Barat

Di sisi Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi ribuan titik panas atau hotspot di Kalimantan Barat.

Kasatgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan terdapat 3.759 hotspot yang terdeteksi di wilayah tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 224 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 3.389 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, sedangkan 146 titik masuk kategori tingkat kepercayaan rendah.

Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni mencapai 1.795 titik, termasuk 81 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Hotspot juga terpantau di sejumlah daerah lainnya, antara lain Sanggau sebanyak 466 titik, Landak 268 titik, Kubu Raya 254 titik, Kayong Utara 200 titik, dan Melawi 190 titik.

Baca Juga:  Tradisi Mandi Khatulistiwa Warnai Pelayaran Satgas Kartika Jala Krida 2025

BPBD Kalbar menyebut penanganan karhutla terus diperkuat melalui operasi pemadaman darat dan udara.

Jarak Pandang Turun di Bawah 1 Kilometer

Dampak karhutla juga mulai terasa terhadap aktivitas masyarakat.

Kabut asap tebal dilaporkan menyebabkan jarak pandang di Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya turun hingga di bawah satu kilometer pada pagi hari.

“Jarak pandang sempat turun di bawah satu kilometer akibat kabut asap tebal di Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya pada pagi hari,” ujar Daniel.

Tidak hanya jarak pandang, kualitas udara di sejumlah wilayah juga menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.

Di Jongkat, Kabupaten Mempawah, konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 148,8 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori tidak sehat.

Sementara di Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 309,1 mikrogram per meter kubik.

Adapun di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, konsentrasi PM2.5 mencapai 254,1 mikrogram per meter kubik.

Situasi tersebut menjadi tantangan bagi Indonesia maupun Malaysia. Di satu sisi, Indonesia menghadapi persoalan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan.

Di sisi lain, asap yang terbawa angin berpotensi menyeberangi batas negara dan memengaruhi kualitas udara di wilayah Malaysia.

Dengan kondisi yang semakin memburuk, jalur diplomatik dan mekanisme ASEAN kini menjadi salah satu pilihan Malaysia untuk mendorong penanganan kabut asap lintas batas secara bersama-sama.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda
Batam dan Sekitarnya Blackout, Pasokan Air Bersih dan Internet Terganggu
Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Viral! Kondisi Memprihatinkan Mobil Dinas Berplat Merah di Binjai Picu Sorotan Warganet
IKA Unpad Dorong Beasiswa, Koperasi Masjid hingga Penguatan Infrastruktur Kampus
Nama Bripka Agus Ginta Meiro Beredar Usai Video Polisi Diduga Ejek Pendemo Viral
Viral Video Oknum Polisi Diduga Provokatif Saat Amankan Demo Hari Tani di Bengkulu

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Batam dan Sekitarnya Blackout, Pasokan Air Bersih dan Internet Terganggu

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Viral! Kondisi Memprihatinkan Mobil Dinas Berplat Merah di Binjai Picu Sorotan Warganet

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB