Siswa SMP Negeri 1 Medan Diduga Diculik, dan Dirampok Sepulang Sekolah

- Pewarta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Medan, Langkatoday.com – Seorang siswa SMP Negeri 1 Medan berinisial KZ diduga menjadi korban penculikan dan perampokan saat pulang sekolah di kawasan Jalan Bunga Raya, Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Kamis (20/8) sore.

Siswa kelas IX tersebut disebut ditarik paksa ke dalam sebuah mobil saat berjalan pulang seorang diri.

Dalam kejadian itu, KZ juga kehilangan satu unit telepon seluler dan mengalami luka setelah nekat melompat dari mobil yang diduga membawanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cerita tersebut disampaikan orang tua KZ, Irfan Azmi, kepada wartawan. Menurut Irfan, kejadian bermula ketika anaknya berjalan pulang dalam kondisi jalan yang relatif sepi.

Tiba-tiba, sebuah mobil mendekati KZ. Seseorang dari dalam kendaraan sempat menanyakan arah jalan.

Namun, KZ disebut tidak menggubris pertanyaan tersebut dan tetap berjalan.

“Dari cerita anak, dia jalan pulang sendiri dan kondisi jalan lagi sepi. Dipepet sama mobil, awalnya nanya jalan, anak saya cuek, tiba-tiba pintu mobil dibuka dan langsung ditarik masuk dalam mobil,” ujar Irfan, Kamis (20/8) tengah malam.

Dipaksa Diam dan Serahkan Handphone

Setelah berada di dalam mobil, KZ disebut diminta diam oleh seorang pria.

Tidak hanya itu, pelaku diduga meminta KZ menyerahkan handphone miliknya.

Menurut Irfan, setelah handphone diberikan, perangkat tersebut kemudian diserahkan kepada seseorang yang mengendarai sepeda motor dan mengikuti mobil.

Baca Juga:  Dinkes Sumut Temukan 162 Balita Stunting di Medan

“Handphone diberikan ke kawan dia yang mengendarai motor, ada tiga orang, dua sepeda motor. Yang menerima handphone naik Scoopy hitam dan pakai helm hitam,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan handphone tersebut, dua sepeda motor itu kemudian meninggalkan lokasi.

Sementara KZ masih berada di dalam mobil.

Nekat Lompat Saat Mobil Merayap

Dalam kondisi tersebut, KZ disebut terus berusaha melepaskan diri.

Kesempatan itu akhirnya datang ketika kondisi lalu lintas sedang padat dan mobil hanya dapat bergerak perlahan.

Salah satu tangan KZ yang sebelumnya disebut digenggam pria di dalam mobil berhasil terlepas.

KZ kemudian berusaha membuka pintu mobil dan nekat melompat keluar.

“Jalannya pas macet, nggak macet total karena mobil masih bisa jalan merayap. Pelan-pelan tangannya yang digenggam lepas satu, posisi dia duduk di pinggir, pintu nggak di-unlock dari depan. Jadi secepatnya dia buka, dia keluar mobil jatuh di pinggir jalan sekitar Pajak Melati,” kata Irfan.

KZ disebut sempat berteriak meminta pertolongan dan mengatakan dirinya menjadi korban pencurian.

Namun, menurut Irfan, tidak ada warga yang memberikan pertolongan.

“Nggak ada yang mau bantu. Sama tukang becak berhenti juga dicueki. Padahal anak saya sudah minta-minta tolong,” ujarnya.

Bahkan, seorang pengendara Vespa yang melintas disebut tidak memberikan respons ketika melihat kondisi KZ.

Baca Juga:  Aktivis dan Media Bersatu di Medan! KAMAK “Tampar” Kinerja Penegak Hukum: Jangan Tebang Pilih Berantas Korupsi

Pulang Sendiri dengan Menumpang Angkot

Setelah berhasil menyelamatkan diri, KZ kemudian berusaha mengenali lokasi tempatnya berada.

Ia akhirnya melihat angkot trayek P25 yang melintas.

KZ kemudian menyetop angkot tersebut dan menggunakan kendaraan itu untuk pulang ke rumah.

“Dia baru sadar pas lihat angkot P25. Terus dia sadar masih ada duit di kantongnya. Barulah dia perhatikan jalan, sadar jalan arah rumah di mana, baru dia tunggu lagi angkot P25,” tutur Irfan.

Sesampainya di rumah, kondisi KZ disebut mengalami trauma dan sakit.

Selain kehilangan handphone, siswa tersebut juga disebut mengalami luka akibat lompatan dari kendaraan.

Saat memberikan keterangan, Irfan mengatakan anaknya mengalami demam setelah kejadian tersebut.

Orang Tua Akan Lapor Polisi

Irfan menduga kejadian tersebut bukan berlangsung secara kebetulan.

Pasalnya, KZ diketahui memang terbiasa pulang sekolah seorang diri.

Ia menduga anaknya kemungkinan telah diperhatikan atau diikuti sebelumnya oleh orang-orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

“Prediksi saya sudah digambar karena sering pulang sendiri. Besok (hari ini) rencananya saya buat laporan ke polisi,” kata Irfan.

Irfan berharap aparat kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut, mengungkap identitas orang-orang yang diduga terlibat, serta menelusuri kendaraan yang digunakan.

Peristiwa ini juga menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan seorang anak yang sedang dalam perjalanan pulang sekolah.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku
Anggaran Listrik PJU Langkat Rp50 Miliar Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Kadishub
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Anggota DPR Khawatir Penghentian MBG Saat PJJ Ganggu Asupan Gizi Siswa
HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal
Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Anggaran Listrik PJU Langkat Rp50 Miliar Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Kadishub

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Anggota DPR Khawatir Penghentian MBG Saat PJJ Ganggu Asupan Gizi Siswa

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10 WIB

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Terbaru